KALTIMPOST.ID-Jelang arus mudik agenda Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026, faktor cuaca menjadi salah satu paling diperhatikan. Tak hanya untuk masyarakat, tapi juga bagi penyedia jasa.
Bandara APT Pranoto Samarinda mengklaim sudah membuat skema untuk memudahkan pemudik memilih tanggal keberangkatan.
BMKG telah mengimbau potensi cuaca buruk pada akhir tahun ini, yang berpeluang memengaruhi jadwal penerbangan.
Menanggapi itu, Kepala BLU UPBU APT Pranoto Samarinda I Kadek Yuli Sastrawan memastikan koordinasi dengan BMKG sudah dijalankan.
Alat pemantau cuaca juga sudah dipasang di bandara, serta informasi perkiraan cuaca yang dapat diakses di laman resmi bandara.
“Dengan adanya skema ini, masyarakat yang bepergian bisa melihat kemungkinan cuaca beberapa jam atau beberapa hari ke depan sebelum merencanakan perjalanannya,” ucapnya.
Kadek mengimbau masyarakat untuk memantau cuaca dan berangkat lebih awal ke bandara, mengingat akses menuju Bandara APT Pranoto rawan tergenang saat hujan deras.
Soal keterlambatan penerbangan, Kadek menjelaskan, APT Pranoto bukan bandara keberangkatan awal.
Oleh karenanya, potensi delay sangat dipengaruhi dari kondisi di bandara asal, yang mana kondisi cuaca, kesiapan bandara, hingga ketepatan waktu penumpang menjadi faktor penyebab.
Namun, bandara juga akan memberikan kompensasi bila faktor delay itu sesuai ketentuan. Kadek mencontohkan, jika keterlambatan disebabkan operasional maskapai, penumpang berhak mendapat kompensasi, mulai dari makanan ringan hingga penggantian uang sebesar Rp 300 ribu.
“Tapi jika disebabkan cuaca, kompensasi tidak berlaku. Karena bukan tanggung jawab maskapai,” imbuhnya.
Kabar baik lainnya bagi pemudik adalah adanya insentif pengurangan biaya tiket pesawat. Pengurangan itu berlaku sepanjang periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. “Itu kebijakan dari pemerintah, sekitar 13-14 persen insentif pengurangannya,” jelasnya.
Di sisi lain, bandara itu juga memastikan layanan bagi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, hingga penyandang disabilitas.
“Mulai kursi roda, alat bantu jalan, hingga pendampingan petugas sudah disediakan dari ruang tunggu hingga menuju pesawat,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.