KALTIMPOST.ID-Di tengah persiapan menghadapi lonjakan mobilitas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah mulai menguji peran Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai jalur alternatif penghubung Balikpapan, kawasan inti IKN, hingga Kalimantan Selatan.
Meski masih dalam tahap konstruksi, sejumlah ruas tol akan difungsionalkan secara terbatas mulai 20 Desember 2025.
Salah satu proyek strategis yang kini terus dikebut adalah Jalan Tol IKN 1B, ruas yang dirancang menghubungkan Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan dengan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam).
Ruas itu menjadi bagian penting dalam skema konektivitas menuju kawasan inti pemerintahan IKN.
Hingga pertengahan Desember 2025, progres fisik Tol IKN 1B baru mencapai sekitar 21,32 persen, dengan deviasi positif dibanding target awal.
Total penanganan proyek ini sepanjang 3,8 kilometer, yang mencakup konstruksi jalan at grade, jembatan, overpass, pile slab, hingga junction penghubung.
Sejumlah pekerjaan masih berlangsung di lapangan, mulai timbunan pilihan, penghamparan lapis fondasi bawah dan atas, instalasi slab struktur, pengecoran, pengamanan lereng, hingga pembangunan sistem drainase.
Dengan kondisi tersebut, ruas Tol IKN 1B belum termasuk dalam jalur yang dibuka untuk operasional fungsional selama periode Nataru.
Sementara itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim memastikan sejumlah ruas Tol IKN lainnya siap difungsionalkan secara terbatas untuk mendukung kelancaran arus kendaraan selama libur akhir tahun.
Kesiapan tersebut ditinjau melalui survei lapangan bersama berbagai pihak, termasuk Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor, Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim, serta operator jalan tol.
Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana mengatakan pembukaan jalur fungsional Tol IKN akan dimulai serentak pada 20 Desember 2025 pukul 06.00 Wita dan berakhir pada 4 Januari 2026. Operasional hanya diberlakukan hingga pukul 18.00 Wita setiap hari.
“Selama masa fungsional ini, pengguna jalan tidak dikenakan tarif. Namun tetap wajib tapping kartu e-toll di Gerbang Tol Manggar sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas,” ujar Yudi, Rabu (17/12).
Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Banjir di Kutim Mulai Surut, Namun Masih Bertahan di Batu Ampar dan Telen
Berbeda dari periode sebelumnya, jalur fungsional kali ini dibuka dari dua arah. Kendaraan dari Balikpapan dapat masuk melalui Gerbang Tol Manggar, sementara kendaraan dari arah IKN dan Bandara Internasional Nusantara dapat mengakses tol melalui simpang yang telah ditentukan.
Dari arah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan PPU, akses masuk disiapkan melalui Simpang Riko, sedangkan dari kawasan IKN melalui Simpang Itchi.
Ruas yang difungsionalkan mencakup Tol IKN Seksi 3A Karangjoang–KKT Kariangau, Seksi 3B KKT Kariangau–Simpang Tempadung, Seksi 5A Simpang Tempadung–Jembatan Pulau Balang, hingga sejumlah segmen Jembatan Pulau Balang dan Seksi 5B serta 6A menuju Outer Ring Road IKN.
Meski dibuka tanpa tarif, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Yudi menegaskan jalur fungsional ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I, yakni kendaraan pribadi non-bus dan non-truk.
“Kendaraan besar seperti bus dan truk belum diperkenankan melintas karena beberapa ruas masih dalam tahap penyelesaian konstruksi,” katanya.
Untuk kendaraan logistik dan angkutan besar, pengguna tetap diarahkan menggunakan jalur alternatif, termasuk penyeberangan feri menuju PPU atau Kalsel.
Pembukaan jalur fungsional itu diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di jalur eksisting, terutama akses Balikpapan–Penajam yang kerap padat saat musim libur.
Namun di sisi lain, kondisi sejumlah proyek tol yang masih berjalan menunjukkan bahwa konektivitas penuh menuju IKN masih membutuhkan waktu.
Dengan tingkat kemantapan jalan nasional di Kaltim yang kini diklaim mencapai 87,66 persen, pemerintah berupaya menyeimbangkan kebutuhan mobilitas jangka pendek saat Nataru dengan agenda pembangunan infrastruktur jangka panjang menuju IKN. (rd)
Editor : Romdani.