KALTIMPOST.ID,YOGYAKARTA-Kabar duka mendalam menyelimuti umat Islam di Indonesia. Ustaz Muhammad Jazir ASP, sosok inspiratif yang menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (22/12/2025) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.
Almarhum mengembuskan napas terakhir dalam masa perawatan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Kabar kepulangan sang tokoh dikonfirmasi oleh Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustaz Dr. Syakir Jamaluddin.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, pejuang umat dan inisiator gerakan pemakmuran Masjid Jogokariyan, Ustaz Jazir ASP," tutur Ustaz Syakir. Ia mengenang almarhum sebagai pelaku sejarah yang mendedikasikan hidupnya untuk menghidupkan fungsi masjid bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Progres Masjid Ash Shabirin 95 Persen, Penyempurnaan Desain Dilanjutkan 2026
Ucapan bela sungkawa juga datang dari berbagai tokoh nasional, salah satunya mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu. Lewat akun pribadinya, ia mendoakan agar almarhum wafat dalam keadaan husnul khotimah dan segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.
Warisan Berharga: Sang Pelopor Manajemen "Kas Nol Rupiah"
Nama Ustaz Jazir ASP telah menjadi legenda dalam manajemen masjid modern. Ia adalah otak di balik transformasi luar biasa Masjid Jogokariyan, dari sebuah tempat ibadah sederhana menjadi pusat peradaban umat yang menjadi rujukan internasional.
Salah satu warisan paling ikonik dari beliau adalah filosofi "Saldo Kas Nol Rupiah". Baginya, kesuksesan sebuah masjid tidak diukur dari tumpukan uang di rekening, melainkan dari seberapa cepat dan tepat dana umat disalurkan untuk membantu jamaah yang membutuhkan.
Di bawah bimbingannya, Masjid Jogokariyan berhasil menghadirkan berbagai program inovatif, seperti Pemakmuran Jamaah dengan menjamin tidak ada tetangga masjid yang kelaparan. Pelayanan prima dengan meemberikan kenyamanan bagi siapa pun yang singgah tanpa memandang latar belakang. Pusat rekreasi rohani dengan menjadikan masjid sebagai tempat yang ramah dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepergian Ustaz Jazir merupakan kehilangan besar bagi dunia dakwah Tanah Air, namun visi dan semangatnya dalam memakmurkan masjid akan terus hidup dan menjadi teladan bagi generasi mendatang.(*)
Editor : Thomas Priyandoko