KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Peristiwa ditabraknya Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) oleh kapal tongkang bernama M80-1302 bermuatan batu bara pada Selasa pagi (23/12), memunculkan kekhawatiran bagi masyarakat yang melintasinya.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim memilih menunggu hasil investigasi teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim sebelum mengambil keputusan lebih lanjut, yang direncanakan berlangsung Rabu (24/12).
Kepala Dishub Kaltim, Yusliando mengatakan, langkah itu dilakukan demi memastikan keselamatan dan keamanan pengguna jalan. “Untuk sementara, kami menunggu hasil investigasi dari Dinas PUPR Kaltim. Rencananya, investigasi dilakukan besok dan mudah-mudahan sore harinya sudah ada hasil,” ujarnya, Selasa (23/12).
Baca Juga: Jembatan Mahulu Terancam Ditutup, Pasca-ditabrak Tongkang Bermuatan Batu Bara
Dia menjelaskan, hingga kini pihak PUPR belum dapat memastikan apakah struktur jembatan aman atau tidak untuk dilalui kendaraan. Karena itu, pihaknya masih menahan diri untuk menerapkan kebijakan pembatasan lalu lintas secara penuh.
Sambil menunggu hasil investigasi, Yuliando akan mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kemungkinan adanya pembatasan kendaraan. Sosialisasi tersebut sudah dimulai sejak hari ini.
“Jika nanti hasil investigasi menyatakan jembatan tidak aman, maka direncanakan pembatasan kendaraan mulai Kamis nanti," katanya.
Baca Juga: Jembatan Mahakam I Samarinda Tanpa Fender: DPRD Kaltim Desak Penyelesaian Tepat Waktu
Adapun skema pembatasan yang disiapkan, lanjut dia, kendaraan roda empat masih diperbolehkan melintas. Sementara kendaraan berat akan ditunda untuk tidak melintasi Jembatan Mahulu.
Sebab, Yuliando menyebut bahwa lalu lintas di Jembatan Mahulu selama ini didominasi kendaraan berat. Hal itu terjadi karena kendaraan bertonase besar sudah tidak diperbolehkan melintas di Jembatan Mahakam I maupun Jembatan Mahakam Kembar. “Semua kendaraan berat akhirnya diarahkan ke Jembatan Mahulu,” ujarnya.
Terkait pengalihan arus kendaraan berat, Dishub Kaltim masih mengkaji sejumlah opsi. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan dengan melibatkan Satlantas Polresta Samarinda. “Kami akan koordinasi untuk mencari alternatif jalur pengalihan,” jelasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki