Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Usai Ditabrak Tongkang, Jembatan Mahulu Diuji: Aman atau Perlu Pembatasan?

Denny Saputra • Selasa, 23 Desember 2025 | 19:14 WIB

DITABRAK: Pilar Jembatan Mahakam Ulu yang membentang antara Kecamatan Sungai Kunjang dengan Kecamatan Loa Janan Ilir, mengalami benturan cukup serius pasca-ditabrak tongkang bermuatan batu bara.
DITABRAK: Pilar Jembatan Mahakam Ulu yang membentang antara Kecamatan Sungai Kunjang dengan Kecamatan Loa Janan Ilir, mengalami benturan cukup serius pasca-ditabrak tongkang bermuatan batu bara.

SAMARINDA-Pemprov Kalimantan Timur merespons insiden kapal tongkang bermuatan batu bara yang menabrak fender Jembatan Abdoel Moeis Hassan, atau Jembatan Mahulu, sisi Kecamatan Loa Janan Ilir. Rapat lintas instansi digelar di Kantor DPUPR Pera Kaltim, Selasa (23/12), untuk memastikan kondisi struktur jembatan dan langkah pengamanan lanjutan.

Ditemui usai rapat, Kepala DPUPR Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan, hasil pemeriksaan awal secara visual belum menunjukkan adanya pergeseran struktur jembatan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan sepenuhnya sebelum dilakukan pengukuran teknis menggunakan alat.

“Kalau secara visual, memang terlihat ada benturan di bawah abutmen jembatan dan kondisi fender hilang, tapi pergeseran struktur belum kelihatan. Makanya harus dicek pakai alat ukur, apakah ada pergeseran atau tidak,” ujarnya. Pengukuran teknis dijadwalkan mulai dilakukan Rabu (24/12).

Baca Juga: Usai Ditabrak Tongkang, Lalu Lintas di Jembatan Mahulu Samarinda Terancam Dibatasi

Jika hasilnya menunjukkan kondisi aman atau pergeseran tidak signifikan, jembatan masih bisa difungsikan. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya pembatasan lalu lintas sementara, sambil menunggu hasil uji struktur.

“Sebelum hasil keluar, kami belum bisa memastikan apakah aman sepenuhnya. Opsi penutupan atau pembatasan tetap kami siapkan, tapi tentu dengan pertimbangan matang karena ini jalur vital terutama untuk kendaraan bertonase besar,” jelasnya.

Kepala DPUPR Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda. (DENNY SAPUTRA/KP)
Kepala DPUPR Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda. (DENNY SAPUTRA/KP)

Firnanda menyebut, dibandingkan Jembatan Mahakam I, kondisi struktur Jembatan Mahulu dinilai relatif lebih baik. Berdasarkan pemeriksaan terakhir pada 2023, kondisi jembatan masih tergolong sehat. Namun, hilangnya beberapa fender meningkatkan risiko jika terjadi tabrakan susulan.

Baca Juga: Jembatan Mahulu Terancam Ditutup, Pasca-ditabrak Tongkang Bermuatan Batu Bara

“Dari catatan DPUPR, terdapat fender yang sebelumnya dalam kondisi miring dan kini hilang. Karena tabrakan menimpa pilar nomor 6 sisi kanan dari arah hulu Mahakam. Artinya pada rusa ini, abudment tanpa dilindungi fender. Sangat rawan,” terangnya.

Dia menyebut, dari rapat bersama pihak penabrak, perusahaan kapal tongkang, telah menyatakan komitmen untuk mengganti seluruh kerusakan fender sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan pemerintah. Dan semua itu dituangkan dalam berita acara.

“Prinsip kami sederhana, fender harus kembali sesuai spesifikasi. Mau dibangun langsung oleh perusahaan atau lewat mekanisme lain, yang penting sesuai standar dan aman,” tegasnya.

Baca Juga: Geger, Jembatan Mahulu di Samarinda Diduga Ditabrak Tongkang Bermuatan Batu Bara, Lihat Kerusakannya

“Namun dari sisi administrasi keuangan, akan lebih mudah jika dibangun oleh perusahan dengan mengikuti spesifikasi yang kami berikan. Dari pada memberikan uang ke pemerintah, karena alur keuangan cukup panjang,” sambungnya.

Pemprov Kaltim juga mendorong adanya pengamanan lalu lintas sungai sebelum fender baru terpasang, termasuk kemungkinan pembatasan ukuran kapal yang melintas, yakni tidak lebih dari 200 feet, karena jembatan kini tanpa fender atau pelindung.

Koordinasi dengan KSOP dan aparat terkait terus dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis resmi yang ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan. “Setelah hasilnya ada, kami akan sampaikan kembali ke publik,” singkatnya.

Baca Juga: Pilar Jembatan Mahakam Samarinda Miring setelah Kembali Ditabrak, Ini Deretan Kasusnya dari Tahun ke Tahun

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Pera Kaltim Muhammad Muhran menambahkan, pemeriksaan tidak hanya fokus pada fender, tetapi juga potensi deformasi seperti penurunan, atau pergeseran struktur jembatan.

“Secara kasat mata memang tidak terlihat perubahan signifikan. Tapi ada bekas goresan dan bagian pilar/abudment yang gompal akibat benturan. Karena itu, pemeriksaan teknis tetap kami lakukan dengan melibatkan konsultan,” pungkasnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#DPUPR Pera Kaltim #Jembatan Mahulu #samarinda #Jembatan Mahulu Samarinda #jembatan mahulu ditabrak tongkang