KALTIMPOST.ID, PT Pelabuhan Indonesia Regional 4 Samarinda bersama Subholding Pelabuhan Jasa Maritim (SPJM) memastikan bakal meninjau ulang mitigasi risiko pengolongan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu).
Langkah itu ditempuh menyusul insiden tongkang bermuatan batubara yang menabrak pilar ke-6 jembatan, Selasa, 22 Desember 2025.
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman, menegaskan pihaknya bergerak cepat saat mendapat informasi insiden tersebut. "SPJM langsung menurunkan dua kapal tunda untuk mengevakuasi tongkang ke titik labuh yang aman," ucapnya dalam rilis resmi.
Baca Juga: Usai Ditabrak Tongkang, Jembatan Mahulu Diuji: Aman atau Perlu Pembatasan?
Sejak awal kejadian, koordinasi lintas instansi langsung dijalankan serta mengerahkan dukungan operasional yang dibutuhkan di lokasi kejadian.
Faktor keselamatan, kata Suparman, menjadi prioritas utama, baik bagi struktur jembatan, pengguna alur Sungai Mahakam, maupun masyarakat sekitar. “Kami memastikan seluruh proses evakuasi berjalan sesuai standar keselamatan pelayaran,” tegasnya.
Senada, Sekretaris Perusahaan Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), Tubagus Patrick, menyebut dua kapal tunda yang dikerahkan adalah TB Herlin II dan TB HJN 09. Kedua armada itu bertugas menarik serta mengamankan tongkang ke lokasi labuh yang dinilai aman. “Dengan begitu, risiko lanjutan dapat diminimalkan,” jelasnya.
Baca Juga: Jembatan Mahakam Ulu Ditabrak Tongkang, Alur Sungai Ditutup Sementara
Ke depan, Pelindo bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen terus memperkuat sinergi dan mitigasi risiko. Upaya ini diarahkan untuk menjaga keselamatan pelayaran sekaligus menjamin keberlanjutan aktivitas transportasi air di Sungai Mahakam dan kawasan sekitarnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki