Video itu menampilkan Jazir terbaring di ranjang rumah sakit, berbicara pelan namun jernih mengenai kematian yang ia hadapi dengan ketenangan.
Dalam rekaman tersebut, Jazir menyampaikan pandangannya tentang sakaratul maut dan alam barzakh. Ia menolak anggapan bahwa kematian selalu identik dengan rasa sakit dan ketakutan.
Menurutnya, apa yang terlihat menyakitkan bagi orang yang menyaksikan belum tentu sama dengan apa yang dirasakan oleh orang yang sedang berpulang.
Jazir bahkan meminta agar video itu disimpan sebagai penanda bahwa dirinya tidak berada dalam ketakutan.
Ia menyebut kematian sebagai perjalanan pulang yang tidak menakutkan, selama dijalani dengan kesiapan iman dan amal. Penjelasan itu disampaikan dengan wajah yang tampak tenang, meski alat bantu pernapasan masih terpasang.
Ia juga berpesan kepada keluarga dan jamaah agar tidak larut dalam kesedihan melihat kondisi fisiknya. Bagi Jazir, penderitaan jasad tidak selalu sejalan dengan keadaan ruh.
Menurutnya, ruh dapat berada dalam kondisi bahagia meskipun tubuh tampak lemah dan sakit.
Pesan terakhir tersebut menjadi penutup perjalanan dakwah Jazir yang selama ini dikenal sebagai penggerak pemakmuran Masjid Jogokariyan.
Editor : Uways Alqadrie