KALTIMPOST.ID-Sejak Minggu (28/12) pagi, lautan manusia sudah memenuhi kawasan Sekumpul, Martapura. Tak memandang jabatan maupun derajat. Kumpul jadi satu mengikuti pengajian rutin 5 Rajab atau dikenal masyarakat dengan haul Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul).
Lantunan Maulid Habsy mengalun merdu saat majelis rutin Malam Senin di Musala Ar-Raudhah Sekumpul dimulai. Irama rebana bertalu pelan dengan iring-iringan selawat yang dilantunkan. Seiring berjalannya pembacaan, suasana religius semakin mengental.
Di tengah padatnya jemaah yang memadati lokasi majelis, suasana tetap tertib. Tidak ada hiruk-pikuk. Yang terdengar hanya lantunan selawat, irama rebana, dan cahaya lampu malam yang temaram semakin menguatkan nuansa syahdu, membingkai kekhusyukan ribuan jemaah.
Begitu syair Mahalul Qiyam dikumandangkan, ribuan jutaan serempak berdiri. Suasana yang semula tenang menambah nuansa kekhusyukan yang sarat emosi. Pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema. Disambut dengan linangan air mata dari sejumlah jemaah yang larut dalam rasa haru dan cinta yang mendalam.
Anak-anak hingga orang dewasa berdiri berdampingan, larut dalam satu irama selawat yang sama. Di barisan tengah, beberapa perempuan tampak tak kuasa menahan tangis. Tangan terkatup erat di dada, kepala tertunduk, bibir bergetar mengikuti syair.
Qomariah, salah satu jemaah asal Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar menuturkan, momen itu bukan sekadar pembacaan Maulid Habsy, melainkan ruang spiritual yang hidup. Menurutnya dalam tradisi majelis rutin 5 Rajab, pembacaan Maulid Habsy memiliki makna tersendiri. “Apalagi di momen 5 Rajab ini berkaitan langsung dengan sosok Alm KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, atau Abah Guru Sekumpul,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin (Kaltim Post Group)
Menurutnya, saat Mahalul Qiyam, adalah bagian momen paling sakral, dan selalu dinanti karena di situlah ekspresi cinta dan penghormatan kepada junjungan. Majelis rutin 5 Rajab malam itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda keagamaan. “Bagi kami, suasana seperti ini adalah ruang perjumpaan spiritual untuk melepas rindu, harap, dan doa yang bersatu dalam lantunan syair (Maulid Habsy),” tuturnya.
Sisi lain, meski sempat turun hujan ringan, lonjakan dan antusias jemaah tak berkurang. Pengajian rutin 5 Rajab tahun ini bahkan mencatat lonjakan kehadiran jemaah yang sangat signifikan. Tak hanya memadati kawasan Martapura, kota tetangga Banjarbaru pun dipenuhi jemaah.
Lapangan dr Murdjani, Kota Banjarbaru yang berada sekitar 7 Km dari Sekumpul Martapura, membludak dipenuhi jemaah. Ribuan jemaah dari berbagai wilayah memadati area lapangan terbuka tersebut untuk mengikuti rangkaian ibadah.
Sejak sore, arus kedatangan jemaah terus berdatangan hingga lapangan penuh sesak. Meski mengikuti melalui layar besar, pengajian tetap berlangsung khusyuk. “Ini panggilan hati,” ujar Evi Oktavian salah satu jemaah asal Sungai Danau, Kabupaten Tanah Bumbu yang mengaku berangkat sejak pagi.
Sementara, jumlah jemaah yang hadir diklaim mencapai sekitar 4.950.000 orang. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Yang mana pada pelaksanaan momen 5 Rajab tahun 2024 lalu, jumlah jemaah tercatat sekitar 3,3 juta orang. Sementara pada kegiatan rutin malam Senin awal Januari 2025 lalu, jumlahnya mencapai 4,1 juta jemaah.
Perhitungan jumlah jemaah tersebut dilakukan berdasarkan analisis sinyal telepon seluler dari sejumlah provider yang aktif di kawasan Sekumpul dan sekitarnya. “Perhitungan ini berdasarkan data sinyal dari provider. Sebarannya mulai dari wilayah Kabupaten Banjar hingga Kota Banjarbaru,” terang Kapolres Banjar AKBP Fadli, Minggu (28/12) malam. (zkr/she/mof/kpg)
Editor : Muhammad Rizki