Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 16 penghuni, sebagian besar merupakan lansia dengan keterbatasan mobilitas.
Api dilaporkan pertama kali terlihat dari bagian atas bangunan panti. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera berdatangan dan berusaha menyelamatkan penghuni yang terjebak di dalam bangunan.
Sejumlah relawan dan warga nekat menerobos kepulan asap untuk mengevakuasi para lansia yang masih bisa diselamatkan.
Kepala lingkungan setempat, Johana Tumuju, mengatakan kebakaran diketahui setelah adanya laporan warga. Saat tiba di lokasi, api masih menyala di sejumlah ruangan panti.
Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk mengendalikan si jago merah yang telah melalap sebagian besar bangunan.
Dugaan awal, sumber api berasal dari area dapur di lantai atas. Namun, kepastian penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang. Proses evakuasi dilakukan hingga malam hari dan dilanjutkan kembali keesokan harinya untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di dalam bangunan.
Korban selamat dilarikan ke RSUD Manado untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara jenazah korban meninggal dunia dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado guna proses identifikasi.
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan instansi terkait masih melakukan pendataan serta pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Editor : Uways Alqadrie