Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menelisik Jejak Sejarah, Deretan Maskapai Penerbangan dengan Catatan Insiden Tertinggi

Ari Arief • Selasa, 30 Desember 2025 | 18:30 WIB

Ilustrasi penumpang pesawat terbang.
Ilustrasi penumpang pesawat terbang.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pesawat terbang tetap menjadi primadona bagi pelaku perjalanan jarak jauh karena efisiensi waktunya.

Didukung oleh mesin mutakhir dan sistem mitigasi tabrakan yang canggih, penerbangan modern sebenarnya jauh lebih aman.

Namun, rentetan peristiwa kecelakaan udara belakangan ini kembali memicu diskusi publik mengenai tingkat keselamatan maskapai di seluruh dunia.

Daftar yang disusun oleh Executive Flyers ini memberikan gambaran kumulatif mengenai insiden penerbangan selama beberapa dekade.

Peringkat ini bukan mencerminkan standar keamanan maskapai saat ini, melainkan rangkuman dari semua insiden yang terdokumentasi sepanjang sejarah operasional perusahaan tersebut.

Data ini mencakup berbagai transisi teknologi pesawat dan perubahan regulasi penerbangan di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Kabar Gembira dari IKN! Bandara Nusantara Segera Jadi Bandara Umum, Siap Layani Penerbangan Komersial

12 Maskapai dengan Akumulasi Kecelakaan Tertinggi

Melansir data dari Skycop, berikut adalah daftar maskapai dengan jumlah catatan kecelakaan terbanyak sepanjang masa:

Air France (11 insiden)

American Airlines (11 insiden)

China Airlines (9 insiden)

Korean Air (9 insiden)

Pakistan International Airlines (8 insiden)

United Airlines (7 insiden)

Egyptair (6 insiden)

Ethiopian Airlines (6 insiden)

Thai Airways (6 insiden)

American Eagle (5 insiden)

Continental Airlines (5 insiden)

Lufthansa (5 insiden)

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Tak Ada Extra Flight Nataru, Bandara APT Pranoto Samarinda Perpanjang Jam Operasional hingga Pukul 20.00 Wita

Faktor Di Balik Perbedaan Angka Kecelakaan

Mengapa jumlah insiden antar-maskapai bisa sangat kontras? Ada beberapa faktor penentu yang memengaruhi statistik tersebut usia operasional dan era teknologi.

Banyak maskapai besar dalam daftar ini telah berdiri sejak fajar industri penerbangan komersial dimulai. Mereka beroperasi di era sebelum adanya navigasi digital dan radar cuaca canggih.

Sebaliknya, maskapai yang lebih baru masuk ke industri saat standar keamanan internasional sudah jauh lebih matang.

Intensitas penerbangan maskapai dengan jangkauan rute global dan jumlah armada yang besar secara otomatis memiliki jam terbang yang lebih tinggi.

Secara statistik, semakin sering sebuah maskapai terbang, semakin besar paparan risiko yang mereka hadapi.

Skala armada, maskapai regional yang lebih kecil atau berusia muda cenderung memiliki peringkat rendah dalam daftar sejarah ini hanya karena total jarak tempuh mereka belum sebanyak maskapai raksasa dunia.

Baca Juga: Penumpang Pesawat di Kaltim Naik 9,15 Persen: Oktober 2025 Tembus 239 Ribu Orang

Penting untuk diingat, angka di atas merupakan catatan sejarah panjang. Industri penerbangan saat ini telah menerapkan standar keselamatan yang jauh lebih ketat dibandingkan dekade-dekade sebelumnya.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#pesawat terbang #insiden #tertinggi #kecelakaan #maskapai penerbangan