KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Warga di Jalan Kadrie Oening, Gang Bersama, RT 17, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, yang masih euforia dengan perayaan pergantian tahun, mendadak dihebohkan dengan kedatangan polisi berpakaian lengkap dan sipil, Kamis (1/1), dini hari.
Seorang pemuda dikabarkan meninggal dunia. Tak ada yang melihat kejadian awalnya. “Saya juga enggak dengar apa-apa, Mas. Karena warga di sini sedang kumpul-kumpul di depan,” ucap seorang warga sekitar yang namanya enggan disebutkan. Namun, dia sempat dikagetkan dengan beberapa anak muda terburu-buru melintas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Perkuat Hak Warga Negara, KUHAP Baru Siap Batasi Kesewenang-wenangan Aparat
Ternyata, pemuda yang diketahui belakangan berinisial OE tak tertolong nyawanya saat tiba di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC). Hal itu lantaran pemuda tersebut diduga mengakhiri hidup dengan cara tragis.
“Jadi untuk penanganan awal, pria tersebut diduga kuat mengakhiri hidup dengan cara menembak,” ungkap Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Wawan Gunawan. Hal itu dibuktikan dengan ceceran darah dan bekas tembakan di kening. “Kami juga dapatkan diduga senjata yang digunakan untuk mengakhiri hidup, tapi saat kami datang jenazah kan di rumah sakit, itu masih kami pastikan semuanya,” imbuhnya.
Perwira Polri berpangkat balok tiga itu menegaskan, senjata yang digunakan merupakan senapan angin laras panjang. “Awalnya juga saya kaget, karena posisi kan sedang jaga malam tahun baru. Begitu ada info kalau pakai senjata, makanya buru-buru ke TKP. Tapi kalau informasinya, kejadiannya sekitar pukul Rabu 31 Desember 2025 pukul 23.30 Wita,” tambah eks kasat narkoba Polres Kubar tersebut.
Baca Juga: Resmi Berlaku 2026, Pidana Kerja Sosial Jadi Alternatif Baru Pengganti Penjara
Polisi hingga kini tengah menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). “Karena itu menentukan, apakah dugaan bunuh diri atau ke tindakan lainnya. Semua hal yang terkait TKP kami amankan, termasuk senjata angin yang diduga digunakan sebagai alatnya,” kuncinya. (*)
Editor : Dwi Restu A