Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Proyek Jalan Tering–Ujoh Bilang Masih Tersisa 10 Persen, Ekti Imanuel Ingatkan Soal Kualitas

Bayu Rolles • Jumat, 2 Januari 2026 | 20:32 WIB

Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel saat meninjau pembangunan jalan poros Kubar-mahulu akhir 2025. (Ist)
Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel saat meninjau pembangunan jalan poros Kubar-mahulu akhir 2025. (Ist)

KALTIMPOST.ID, Pembangunan Jalan Poros Tering di Kutai Barat (Kubar) ke Ujoh Bilang, Mahakam Ulu (Mahulu) berjalan setengah rampung di akhir 2025. Jalur sepanjang 26 kilometer yang diharapkan mempermudah akses antarkabupaten itu justru menyisakan 10 persen pekerjaan yang menggantung di akhir tahun.

Dari empat segmen yang dikerjakan, dua di antaranya sudah tuntas dikerjakan. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, terus mengatensi proyek yang ditujukan membuka keterisolasian Mahulu itu.

Kata dia, informasi yang didapatnya, dua segmen yang sudah beres itu juga sudah serah terima sementara (PHO) dan masuk ke masa pemeliharaan. "Yang PHO segmen I dan III. Untuk segmen II dan IV masih menyisakan pekerjaan," katanya, Kamis, 1 Januari 2026.

Baca Juga: Ditjen Gakkum ESDM Berhasil Amankan 70 Ribu Ton Batu Bara Ilegal di Kutai Kartanegara

Sisa pekerjaan itu tak bisa dinilai kecil lantaran persentasenya hanya 10 persen. Angka itu, kata dia, tidaklah kecil karena bernilai sekitar Rp3 miliar. Masih tersisa pekerjaan yang belum beres berpotensi diadendumnya kontrak pekerjaan.

Sebelum Natal, tepatnya pada 24 Desember 2025, untuk kali ketiga Ekti meninjau lokasi pekerjaan. Didampingi Dinas PUPR-PERA Kaltim dan kontraktor pelaksana. Politikus Gerindra ini berharap penyelesaian pekerjaan yang tersisa tidak mengabaikan mutu proyek. "Tepat waktu penting, tapi jangan sampai kualitasnya tak terkontrol. Jalan itu akses vital untuk masyarakat," tukasnya.

Dia juga menyoroti kesiapan rekanan, yang mestinya punya fasilitas pendukung sendiri, seperti mesin pemecah batu. Ketergantungan material dari luar daerah justru bikin biaya membengkak yang memicu pekerjaan tak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). "Padahal sudah sejak awal diingatkan, lokasi geografis pekerjaan punya tantangannya sendiri," katanya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#mahulu #Ekti Imanuel #Kutai Barat