KALTIMPOST.ID-Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah Venezuela, termasuk ibu kota Caracas, Sabtu dini hari waktu setempat (3/1/2026), sebelum akhirnya mengumumkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Presiden AS Donald Trump sebagaimana dilansir BBC menyatakan Maduro telah “ditangkap” dan diterbangkan keluar dari Venezuela usai operasi militer berskala besar.
Dalam serangan pada dini hari tersebut, Ledakan dilaporkan mengguncang Caracas dan beberapa negara bagian lain.
Pemerintah Venezuela menuding Amerika Serikat menyerang instalasi sipil dan militer, serta menyebutnya sebagai bentuk agresi militer. Menyusul serangan tersebut, Caracas menetapkan status darurat nasional.
Penangkapan Maduro disebut sebagai eskalasi paling serius dalam hubungan kedua negara selama beberapa dekade terakhir.
Operasi ini mengikuti kampanye tekanan panjang Washington terhadap pemerintahan Venezuela, yang mencakup peningkatan kehadiran militer AS di perairan Karibia, penyitaan kapal tanker minyak, serta serangan terhadap target yang dituding terkait perdagangan narkoba.
Dari ulasan media Inggris The Guardian, Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat bermotif menguasai cadangan minyak negara itu, yang merupakan salah satu terbesar di dunia.
Sementara Washington menuding Maduro terlibat jaringan narkotika internasional dan aktivitas destabilisasi kawasan, tuduhan yang selama ini dibantah Caracas.
Tekanan terhadap Maduro meningkat sejak Donald Trump memulai masa jabatan keduanya. AS secara terbuka mendorong perubahan rezim di Venezuela.
Pada akhir November lalu, Trump disebut sempat memberi ultimatum agar Maduro menyerahkan kekuasaan dengan imbalan jaminan keluar aman, namun tawaran itu ditolak.
Di tingkat internasional, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan negaranya tidak terlibat dalam operasi AS tersebut dan menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional. Sementara itu, Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan Maduro dan istrinya menghadapi sejumlah dakwaan berat, termasuk konspirasi narkoterorisme dan kepemilikan senjata berat.
Meski Maduro telah ditangkap, situasi Venezuela masih belum jelas. Menteri Pertahanan Venezuela menyerukan perlawanan terhadap apa yang disebutnya sebagai invasi asing dan meminta rakyat bersatu.
Sejumlah analis memperingatkan penangkapan kepala negara berpotensi memicu kekacauan politik berkepanjangan serta krisis kemanusiaan baru di kawasan Amerika Latin.
Editor : Thomas Priyandoko