KALTIMPOST.ID, Tak ada yang menyangka, Sabtu dini hari di Caracas berubah menjadi titik balik sejarah Venezuela.
Ledakan terdengar di beberapa sudut kota. Jalanan dikosongkan. Pasukan bersenjata memenuhi pusat ibu kota.
Beberapa jam kemudian, dunia dikejutkan oleh kabar dari Washington, bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri oleh pasukan elite Amerika Serikat.
Langkah Amerika Serikat disebut sebagai puncak dari perang panjang melawan narkoba yang melibatkan elite kekuasaan Venezuela.
Presiden AS Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai hasil dari serangan terkoordinasi, dan menegaskan bahwa Washington tak lagi bersedia menunggu jalur diplomasi.
Keadaan darurat nasional pun diumumkan di Venezuela. Militer dikerahkan. Ketegangan meningkat. Dunia menahan napas.
Baca Juga: CPNS 2026 Masih Tanda Tanya, Pemerintah Ungkap Ini Alasan Belum Diumumkan
Profil Nicolas Maduro, Dari Sopir Bus ke Pusat Pusaran Konflik Global
Nama Nicolas Maduro bukan orang baru dalam politik Venezuela. Ia memulai hidup sederhana sebagai sopir bus dan aktivis buruh sebelum naik ke panggung kekuasaan nasional.
Kesetiaannya kepada Hugo Chavez membuka jalan ke jabatan-jabatan penting, yakni anggota parlemen, menteri luar negeri, hingga wakil presiden.
Saat Chavez wafat pada 2013, Maduro maju sebagai penerus dan sejak saat itu, ia tak pernah benar-benar melepaskan kursi kekuasaan.
Namun, perjalanan panjang itu perlahan berubah menjadi kontroversi tanpa akhir.
Baca Juga: Bansos Awal Januari 2026 Mulai Terpantau, Ini yang Perlu Diketahui KPM
Pemilu, Sanksi, dan Tuduhan yang Tak Pernah Padam
Selama bertahun-tahun, kemenangan Maduro dalam pemilu terus dipersoalkan. Banyak negara menilai prosesnya tidak adil, penuh tekanan, dan jauh dari prinsip demokrasi.
Di saat bersamaan, Venezuela terjerembap dalam krisis ekonomi berat, mulai harga minyak jatuh, sanksi internasional menekan, dan jutaan warga memilih hengkang dari negaranya sendiri.
Meski begitu, Maduro tetap bertahan karena kendali atas militer dan institusi negara.
Baca Juga: Keputusan Final di Awal Tahun, Teka-teki Keretakan Rumah Tangga Ridwan Kamil Segera Terjawab
Tuduhan Berat yang Membuka Jalan Operasi Militer
Penangkapan Maduro tak datang tanpa latar belakang. Jaksa federal Amerika Serikat telah lama menyusun dakwaan serius, termasuk dugaan keterlibatan jaringan narkoba internasional.
AS menuding adanya aliansi gelap antara elite negara, kartel narkoba, dan kelompok bersenjata yang selama bertahun-tahun disebut beroperasi di bawah perlindungan kekuasaan.
Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu dakwaan paling sensitif yang pernah diajukan terhadap kepala negara aktif di Amerika Latin.
Baca Juga: Kritik Menohok PDIP, Mencium Siasat Politik di Balik Usulan Pilkada Lewat DPRD
Apa Dampaknya bagi Venezuela dan Dunia?
Penahanan seorang presiden aktif bukan peristiwa biasa. Ini bisa berpotensi mengguncang stabilitas politik Venezuela, memicu konflik regional, mengubah peta kekuatan geopolitik Amerika Latin, dan memperburuk hubungan global AS dengan negara-negara sekutu Venezuela. ***
Editor : Dwi Puspitarini