Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Babak Baru Venezuela, Delcy Rodriguez Ambil Alih Takhta di Tengah Penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh AS

Dwi Puspitarini • Minggu, 4 Januari 2026 | 17:14 WIB
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez.
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez.

KALTIMPOST.ID, Krisis politik dan keamanan mengguncang Venezuela setelah Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.

Penangkapan tersebut memicu kecaman luas, baik di dalam negeri Venezuela maupun dari berbagai negara di dunia.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez secara terbuka mengecam operasi tersebut dan menuntut pembebasan segera pasangan Maduro.

Dalam sidang Dewan Pertahanan Nasional yang disiarkan televisi pemerintah, Rodriguez menyebut tindakan Amerika Serikat sebagai penculikan brutal dan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Kami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores. (Maduro) satu-satunya Presiden Venezuela,” ujar Rodriguez yang dilansir dari VTV Venezuela.

Rodriguez menegaskan bahwa Maduro tetap merupakan presiden sah Venezuela dan menyebut operasi militer Amerika Serikat sebagai serangan langsung terhadap kedaulatan negara.

Ia juga menyindir aksi tersebut sebagai bentuk agresi bersenjata yang tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional.

Amerika Serikat, di sisi lain, membenarkan operasi tersebut. Pemerintah AS menuding Maduro, Cilia Flores, serta sejumlah tokoh Venezuela terlibat dalam narkoterorisme, perdagangan narkotika, dan penjualan senjata. Tuduhan itu secara tegas dibantah oleh pemerintah Venezuela.

Situasi semakin memanas ketika Mahkamah Agung Venezuela bergerak cepat menunjuk Delcy Rodriguez sebagai pelaksana tugas presiden.

Keputusan itu diumumkan beberapa jam setelah Maduro dibawa ke Metro Detention Center, Brooklyn, New York.

Dalam putusannya, Mahkamah Agung menyatakan bahwa Maduro berada dalam kondisi “ketidakmungkinan material dan sementara untuk menjalankan fungsinya.” Dikutip dari sumber CNN, Minggu (4/1/2025).

Hakim Tania D’Amelio menegaskan bahwa penunjukan Rodriguez bertujuan untuk menjamin keberlanjutan pemerintahan dan pertahanan nasional.

Rodriguez juga mengumumkan rencana penerbitan dekrit keadaan darurat eksternal yang akan diajukan ke Mahkamah Agung.

Ia mengajak rakyat Venezuela tetap bersatu dan bersiap membela negara, sembari meminta dukungan dari negara-negara Amerika Latin.

“Tidak seorang pun warga Venezuela, baik pria maupun wanita, boleh berdiam diri,” kata Rodriguez.

Di tingkat global, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan akan menggelar rapat darurat pada Senin (5/1) untuk membahas operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Penangkapan Nicolas Maduro #presiden sementara #Operasi militer AS #Presiden Venezuela Ditangkap #Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez #Delcy Rodriguez #Caracas #Nicolas Maduro ditangkap AS #pbb #venezuela #hukum internasional