KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Peristiwa tongkang bermuatan batu bara yang menyeruduk rumah warga hingga menghantam Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda, Minggu (4/1) dini hari, dinilai bukan sekadar kecelakaan biasa. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, insiden tersebut mengungkap lemahnya tata kelola Sungai Mahakam.
“Bukan sekadar kecelakaan. Karena ini menyangkut aset negara maupun daerah, kita harus segera memitigasi dan meminimalkan agar kejadian tidak terulang kembali,” ujar Rudy usai rapat maraton di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (5/1).
Rudy menyebut pembenahan tak hanya difokuskan pada Jembatan Mahulu, tetapi juga jembatan lain yang melintasi Sungai Mahakam, seperti Jembatan Mahkota, Jembatan Kutai Kartanegara, dan Jembatan Kembar. Menurutnya, standar keselamatan pelayaran di bawah jembatan belum sepenuhnya memadai.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Dua Tongkang Tabrak Rumah Warga Samarinda, Satu Hantam Jembatan Mahakam Ulu
Padatnya tongkang yang bertambat di Sungai Mahakam juga menjadi sorotan utama. Untuk itu, Pemprov Kaltim mendorong pengaturan ulang area tambatan dari hulu hingga hilir serta pemasangan CCTV di seluruh jembatan sebagai sistem pengawasan terpadu.
Rudy juga menegaskan tanggung jawab perusahaan pemilik kapal. “Kalau untuk sanksinya itu ranah SOP. Tapi dia harus tanggung jawab ganti rugi,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Pemprov Kaltim mengusulkan agar pemanduan kapal dikelola oleh perusahaan daerah (perusda), sehingga tanggung jawab dan risikonya berada di bawah kendali pemerintah daerah. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki