Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Super Flu Dominan Serang Anak, Kaltim Siaga Meski Belum Ada Kasus

Eko Pralistio • Selasa, 6 Januari 2026 | 19:17 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin. (EKO PRALISTIO/KP)
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin. (EKO PRALISTIO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Varian baru virus influenza yang dijuluki super flu terdeteksi di Indonesia dan langsung memicu kewaspadaan kalangan medis. Meski gejalanya disebut relatif ringan, virus ini dinilai lebih bandel dan paling banyak menyerang anak-anak.

Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga saat ini terdapat 62 kasus infeksi influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur (Jatim), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Jawa Barat (Jabar), menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.

Data Kemenkes menunjukkan kelompok usia 1–10 tahun mendominasi kasus dengan proporsi sekitar 35 persen, sementara pasien perempuan mencapai 64 persen dari total temuan. Kondisi ini membuat upaya pencegahan di lingkungan keluarga dan sekolah menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Pemanduan Sungai Mahakam Lewat Perusda, KSOP Tanggapi Pernyataan Gubernur Kaltim

Di Kaltim, kewaspadaan turut ditingkatkan menyusul Kalimantan Selatan yang masuk dalam wilayah dengan paparan kasus tinggi, terutama setelah kegiatan berskala besar yang melibatkan keramaian massa.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, memastikan hingga kini belum ditemukan kasus super flu. Meski demikian, sistem pemantauan tetap diperketat. “Sampai hari ini belum ada laporan yang masuk. Kami terus mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di seluruh fasilitas kesehatan,” kata Jaya, Senin (5/1)

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan di Balikpapan dan Samarinda untuk memantau pintu masuk, khususnya pelaku perjalanan dari luar negeri. “Kami fokus pada pemantauan perjalanan dari negara dengan kasus tinggi, seperti Amerika Serikat,” ujarnya.

Baca Juga: Dinkes Balikpapan: Kasus Flu Capai 7.385 di Desember 2025, Belum Ada Indikasi Super Flu

Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Istilah super flu, kata dia, merujuk pada mutasi virus influenza H3N2 subklas K, yang secara medis tidak menimbulkan gejala berat. “Gejalanya relatif ringan. Bedanya dengan flu biasa itu di durasi penyembuhan. Kalau flu biasa 7–10 hari, yang ini bisa 10–14 hari,” jelasnya.

Dinkes Kaltim mengklaim sudah melakukan langkah antisipasi, dengan melakukan skrining dan pengambilan sampel di sejumlah fasilitas kesehatan. Masyarakat juga diimbau melengkapi perlindungan diri dengan vaksinasi influenza, terutama bagi yang akan bepergian ke luar negeri atau daerah terjangkit. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Super Flu #Jaya Mualimin #Dinas kesehatan Kaltim #super flu H3N2