Penarikan terbatas ini mencakup produk yang diproduksi sejak Desember 2025 dan dipasarkan di Austria, Denmark, Finlandia, Jerman, Irlandia, Italia, Swiss, serta Inggris.
Perusahaan menyebut penarikan dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah mendeteksi persoalan kualitas pada bahan baku yang dipasok oleh mitra utama. Produk yang terdampak meliputi merek SMA, BEBA, dan NAN.
Hingga kini, Nestlé mengklaim belum menerima laporan resmi mengenai kasus keracunan atau gangguan kesehatan akibat konsumsi produk tersebut.
Otoritas pangan Eropa memperingatkan kemungkinan adanya cereulide, racun yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus.
Zat ini dikenal tahan panas dan tidak dapat dihancurkan melalui proses memasak atau penyeduhan air panas. Jika tertelan, cereulide dapat memicu gejala mendadak seperti mual, muntah, dan kram perut.
Kementerian Kesehatan Austria menyebut penarikan ini mencakup lebih dari 800 varian produk dari lebih dari 10 pabrik Nestlé, sehingga disebut sebagai salah satu penarikan produk terbesar dalam sejarah perusahaan. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi sepenuhnya oleh pihak Nestlé.
Perusahaan telah mempublikasikan daftar nomor batch yang tidak boleh dikonsumsi dan menyatakan tengah berupaya meminimalkan gangguan pasokan. Risiko serupa juga disebut telah teridentifikasi di salah satu fasilitas produksi Nestlé di Belanda.
Editor : Uways Alqadrie