KALTIMPOST.ID, MUARA LAWA-Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyoroti kerusakan parah ruas jalan nasional yang menghubungkan Kutai Barat (Kubar) hingga Mahakam Ulu (Mahulu).
Kondisi tersebut dinilai telah menghambat aktivitas masyarakat sekaligus mengganggu distribusi logistik dan perekonomian wilayah pedalaman Kaltim.
Hal itu disampaikan Rudy saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Muara Lawa, Kampung Dingin, Kubar, Kamis (8/1) pagi.
Di lokasi tersebut, Gubernur menyaksikan langsung antrean kendaraan logistik yang mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang rusak berat.
“Itu jalan nasional, tetapi hampir seluruh ruas yang kami lalui dari Kubar menuju Kebong dan akses ke Mahulu rusak parah. Aktivitas masyarakat terhambat, distribusi barang dan jasa terganggu, bahkan membahayakan keselamatan,” kata Rudy.
Ia menuturkan, banyak kendaraan pengangkut keperluan pokok dan bahan bakar minyak mengalami kerusakan serius, mulai patahnya gardan hingga kendaraan yang tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Kondisi itu dinilai sangat merugikan masyarakat, terutama di Mahulu yang merupakan salah satu wilayah paling pedalaman di Kaltim.
“Yang kami lihat di lapangan, hampir semua kendaraan logistik bermasalah. Itu tentu berdampak langsung pada distribusi BBM (bahan bakar minyak), sembako, dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Rudy meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) segera mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan darurat.
Menurutnya, perbaikan sementara perlu dilakukan agar jalan bisa kembali dilalui dengan aman oleh masyarakat dan kendaraan logistik.
“Paling tidak segera dibereskan agar masyarakat bisa beraktivitas dan distribusi logistik tidak terhambat. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyinggung persoalan kendaraan over dimension over load (ODOL) yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Ia mengimbau perusahaan-perusahaan yang melintasi jalur tersebut agar menyesuaikan kapasitas angkutan dengan kelas jalan.
“Kami mengimbau perusahaan untuk tidak menggunakan kendaraan ODOL. Kapasitas kendaraan harus disesuaikan dengan kemampuan jalan agar kerusakan tidak semakin parah,” ucap Rudy.
Ia menambahkan, mutu dan standar jalan nasional di Kaltim perlu ditingkatkan agar setara dengan jalan nasional di wilayah lain seperti Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.
Menurutnya, di daerah tersebut kendaraan dengan muatan besar masih dapat melintas karena kualitas jalan yang memadai.
“Kalau angkutan BBM di sini sekitar 16 ribu kiloliter, itu sebenarnya masih standar. Di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi bisa sampai 24–32 ribu kiloliter. Artinya mutu jalannya yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Rudy memastikan Pemprov Kaltim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan ruas jalan tersebut.
Ia meminta masyarakat Kubar dan Mahulu bersabar. “Sabar warga Kubar dan Mahulu. Insyaallah segera kita rapikan bersama,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.