KALTIMPOST.ID, Sungai Mahakam sudah jadi akses utama menuju Mahakam Ulu (Mahulu) sejak lama. Namun derasnya arus serta riamnya jadi tantangan dalam membuka akses untuk pergi atau datang ke kabupaten termuda di Kaltim itu.
Dalam turnenya ke Mahulu pada 7 Januari 2025, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyempatkan menilik sejauh mana pembangunan Bandara Ujoh Bilang. Proyek yang diharapkan dapat membuka keterisolasian Mahulu ke daerah lainnya di Bumi Etam.
Dari lawatan itu, pekerjaan fisik bandara sudah berada di angka 89 persen. Dan perhatian utama tertuju pada landasan pacu sepanjang 750 meter dengan lebar 23 meter.
Jika cuaca bersahabat, pekerjaan bakal mencapai 100 persen akhir Januari ini. "Target kita awal Februari bisa diresmikan," kata Rudy. Kendati begitu, Rudy menyebut, peresmian tak berarti bandara sudah bisa beroperasi. Soal operasional baru bisa berjalan ketika izin resmi dari Kementerian Perhubungan dikantongi.
Bandara Ujoh Bilang dibangun lewat skema kerja sama antara Pemprov dan Pemkab Mahulu. Pemkab bertugas membangun terminal penumpang. Sementara Pemprov mendukung terkait pembangunan stasiun pemadam kebakaran hingga sarana operasional lain. Sedikitnya Rp43 miliar digelontorkan provinsi lewat APBD 2025.
Bandara ini diharapkan bisa jadi jalan keluar Mahulu dari keterisolasian dan mengurai mobilitas manusia dan logistik yang bertumpu pada jalur sungai yang mahal dan bergantung arus air. Rudy bahkan optimis jika akses udara terbuka, potensi ekonomi di Mahulu bisa tumbuh. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki