BALIKPAPAN — Insiden penurunan struktur Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Segmen 3A2 di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Kamis (8/1), mendapat penjelasan resmi dari pihak kontraktor pelaksana. Penurunan tersebut dipastikan bukan akibat kesalahan konstruksi maupun kelebihan beban kendaraan.
Pemimpin Proyek Jalan Tol IKN Segmen 3A2, Arief Indriyanto, menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan penurunan pada struktur slab on pile, bukan kerusakan berupa patahnya badan jalan. Titik terdampak berada di STA 23 dengan panjang sekitar 82,5 meter.
Menurut Arief, faktor utama penyebab kejadian adalah curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Balikpapan sejak Rabu (7/1) sore hingga Kamis pagi. Kondisi tersebut memicu pergeseran timbunan lumpur di area disposal yang berdampak langsung pada kestabilan tiang slab on pile.
“Ini murni disebabkan faktor alam yang berada di luar prediksi. Bukan karena human error maupun beban kendaraan,” tegas Arief.
Sebagai langkah mitigasi agar kerusakan tidak meluas, pihak Kerja Sama Operasi (KSO) memutuskan untuk merobohkan atau memotong bagian ruas tol yang terdampak. Tindakan tersebut dilakukan guna mencegah pergeseran struktur menjalar ke segmen lain.
Arief juga menegaskan bahwa struktur yang mengalami penurunan bukan merupakan konstruksi baru. Pekerjaan slab on pile (SOP) 1 telah selesai sejak September 2024 dan selama ini tidak menunjukkan masalah berarti.
Bahkan, lanjutnya, ruas tol tersebut telah difungsikan pada periode Natal dan Tahun Baru 2025 serta rutin dilintasi alat berat selama lebih dari satu tahun tanpa kendala struktural.
“Selama ini tidak ada indikasi gangguan. Jalur tersebut sudah digunakan dan berfungsi normal sebelum kejadian,” pungkasnya.
Insiden ini kini menjadi perhatian publik seiring percepatan pembangunan infrastruktur pendukung Ibu Kota Nusantara. Pemeriksaan lanjutan dan langkah perbaikan akan dilakukan untuk memastikan keamanan serta keberlanjutan fungsi jalan tol tersebut. (rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan