Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Piala Dunia 2026

Ekonomi Kaltim Tumbuh 4,35 Persen hingga Triwulan III 2025, Ditopang Tambang dan IKN

Eko Pralistio • Minggu, 11 Januari 2026 | 20:37 WIB

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (EKO PRALISTIO/KP)
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (EKO PRALISTIO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Di tengah tekanan ekonomi global, perekonomian Provinsi Kaltim diklaim tetap tumbuh. Hingga triwulan ketiga 2025, pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat sebesar 4,35 persen.

Kinerja tersebut terutama ditopang oleh aktivitas sektor pertambangan, berlanjutnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta inflasi yang relatif terkendali.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan bahwa secara makro, kinerja perekonomian daerah menunjukkan tren yang positif sepanjang 2025. Menurut dia, ketahanan ekonomi Kaltim masih terjaga meskipun menghadapi dinamika global dan nasional yang tidak menentu.

Baca Juga: Jalan Tol IKN Ambles, Kontraktor Klaim Bukan Kesalahan Konstruksi Tapi Murni Akibat Cuaca Ekstrem

"Pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi oleh tingginya permintaan batu bara yang mendorong sektor pertambangan. Di saat bersamaan, sektor konstruksi serta pengadaan listrik dan gas tetap bergerak seiring tahapan pembangunan IKN yang terus berjalan," ungkapnya saat berpidato di Gedung DPRD Kaltim, beberapa waktu lalu.

Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim meningkat dari 78,79 pada 2024 menjadi 79,39 pada 2025. Angka ini masih berada di atas rata-rata nasional yang tercatat masing-masing 75,02 dan 75,90. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya merata.

Seno menjelaskan alasannya. Perbaikan IPM terutama didorong oleh dimensi kesehatan dan kesejahteraan ekonomi. "Adapun dimensi pendidikan masih relatif moderat sehingga memerlukan intervensi kebijakan yang berkelanjutan," lanjutnya.

Baca Juga: Tak Perlu Merantau, Anak Muda Kaltim Bisa Raup Rp 10 Juta per Bulan dari Cetak Sawah

Pada aspek sosial, Seno mengklaim tingkat kemiskinan di Kaltim mengalami penurunan, meski relatif terbatas. Persentase penduduk miskin turun dari 5,78 persen pada 2024 menjadi 5,17 persen pada 2025.

Penurunan sebesar 0,61 persen itu setara dengan berkurangnya sekitar 21,6 ribu penduduk miskin dan masih lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan nasional yang berada pada kisaran 9,03–8,47 persen.

"Penurunan kemiskinan tersebut, didorong oleh aktivitas ekonomi strategis, efektivitas program perlindungan sosial, serta perbaikan layanan dasar," ujar Seno.

Pada saat yang sama, pemerataan pendapatan juga menunjukkan perbaikan, tercermin dari indeks gini Kaltim yang menurun dari 0,321 menjadi 0,312 pada 2025, lebih baik dibandingkan indeks gini nasional.

Baca Juga: Hujan Tak Menentu, Pupuk Telat, Sawah Terendam: Petani Samarinda Utara Berjibaku Jaga Asa Swasembada Prabowo

Sementara itu, kondisi ketenagakerjaan relatif stabil. Tingkat pengangguran terbuka di Kaltim tercatat sebesar 5,14 persen pada 2024 dan tidak banyak berubah pada 2025.

Dari sisi stabilitas harga, inflasi tahunan Kaltim pada Oktober 2025 tercatat sebesar 1,94 persen. "Inflasi yang rendah dan terkendali ini mencerminkan efektivitas pengendalian harga kebutuhan pokok serta peran tim pengendali inflasi daerah dalam menjaga daya beli masyarakat," pungkasnya. (*/riz))

Editor : Muhammad Rizki
#perekonomian kaltim #IKN #tambang batu bara #seno aji #kaltim