KALTIMPOST.ID, Ketegangan geopolitik global kini memasuki babak yang tak terduga.
Bukan konflik dengan Rusia atau China, melainkan potensi benturan antar sekutu sendiri yang mulai membuat NATO berada di titik paling rapuh sepanjang sejarahnya.
Inggris dan Jerman—dua kekuatan utama Eropa—dilaporkan tengah menyusun rencana darurat untuk menghadapi ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menguasai Greenland, wilayah otonom milik Denmark.
Langkah ini muncul setelah Trump kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih pulau terbesar di dunia itu suka atau tidak suka, bahkan jika harus menggunakan kekuatan militer.
Menurut laporan Bloomberg dan The Telegraph, Berlin dan London kini berupaya memperkuat kehadiran NATO di kawasan Arktik.
Tujuannya jelas, yaitu mematahkan narasi keamanan Trump yang menyebut Greenland krusial bagi kepentingan Amerika Serikat.
Jerman bahkan mengusulkan misi bersama NATO bernama Arctic Sentry, yang akan memperluas latihan militer, pertukaran intelijen, hingga kemungkinan pengerahan pasukan ke Greenland.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan pendekatan ini akan dibahas langsung dengan Washington.
"Saya ingin mendiskusikan dalam perjalanan saya bagaimana kita bisa memikul tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya di NATO," ujar Wadephul kepada awak media, Minggu (11/1/2026), dikutip dari Bloomberg.
Di sisi lain, pejabat Inggris dilaporkan telah menggelar pertemuan tertutup dengan Prancis.
Pembahasan itu mencakup berbagai opsi, mulai dari latihan militer bersama, peningkatan belanja pertahanan, hingga skenario ekstrem berupa pengerahan pasukan penuh NATO ke Greenland.
Meski masih tahap awal, diskusi ini mencerminkan kekhawatiran serius bahwa konflik antar anggota NATO bukan lagi mustahil.
Baca Juga: Bukan Hanya Gertakan, Amerika Serikat Mulai Incar Mitra Dagang Iran, Siapa Saja yang Kena?
Denmark Beri Peringatan Keras
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, bersama sejumlah pemimpin Eropa lainnya, menyampaikan peringatan tegas.
Serangan terhadap Greenland akan berarti serangan terhadap Denmark, anggota sah NATO.
Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan langsung Trump pada Sabtu lalu. Ia menegaskan AS akan menguasai Greenland dan tidak menutup opsi militer.
Gedung Putih bahkan dikabarkan telah meminta komandan militer senior AS untuk menyusun rencana potensi invasi.
Keberhasilan operasi militer AS di Venezuela disebut ikut meningkatkan kepercayaan diri pemerintahan Trump.
Mengutip dari CNN, Selasa (13/1/2026), Greenland memiliki nilai strategis tinggi karena posisi geografisnya di Celah GIUK, cadangan mineral tanah jarang, dan perannya dalam persaingan Arktik melawan Rusia dan China
Lima Jalan AS Kuasai Greenland
Pengamat menilai Washington memiliki setidaknya lima opsi, yakni mulai dari invasi militer, pembelian wilayah, mendukung kemerdekaan Greenland, skema Perjanjian Asosiasi Bebas (COFA), hingga memperluas perjanjian pertahanan 1951.
Namun, banyak analis menilai opsi terakhir, memperkuat kehadiran militer tanpa aneksasi adalah jalan paling aman dan legal, sekaligus paling kecil risikonya bagi stabilitas NATO. ***
Editor : Dwi Puspitarini