Hingga petang, aparat kepolisian belum dapat memastikan kondisi di dalam lokasi tambang.
Kepala Kepolisian Resor Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan aparat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah telah menuju lokasi untuk melakukan pengecekan awal. Namun akses ke titik kejadian masih tertutup.
“Petugas belum bisa masuk ke area tambang karena kandungan gas masih tinggi,” kata Wikha saat dihubungi Tempo, Rabu.
Menurut dia, kondisi udara di sekitar lokasi dinilai belum aman bagi petugas. Tingginya kadar gas, termasuk karbon monoksida dan karbon dioksida, menjadi alasan utama penundaan olah tempat kejadian perkara.
Akibat keterbatasan akses tersebut, kepolisian belum memperoleh informasi pasti terkait penyebab insiden maupun kemungkinan adanya korban. Proses evakuasi dan pemeriksaan lanjutan baru akan dilakukan setelah situasi dinyatakan aman.
Bantahan PT Antam
PT Aneka Tambang Tbk membantah kabar yang menyebut terjadi ledakan dan ratusan pekerja terjebak di tambang bawah tanah perusahaan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Perusahaan menyatakan informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi, mengatakan rekaman video yang beredar di media sosial merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis rutin di area tambang. Menurut dia, situasi tersebut telah diantisipasi dan ditangani sesuai prosedur keselamatan kerja yang berlaku.
“Tidak ada ledakan dan tidak ada karyawan yang terjebak. Seluruh kegiatan operasional berada dalam kondisi terkendali,” kata Wisnu dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Januari 2026.
Wisnu menjelaskan, pengelolaan tambang bawah tanah memang mengharuskan pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja secara berkala. Langkah-langkah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari standar operasional untuk menjaga keselamatan pekerja.
Antam juga memastikan setiap aktivitas pertambangan dijalankan dengan prinsip pengendalian risiko dan praktik pertambangan yang baik. Perusahaan menyebut terus berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan setempat untuk memastikan kondisi tetap aman.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebut adanya ledakan di tambang emas Antam di Bogor. Kabar tersebut memicu spekulasi luas sebelum akhirnya diklarifikasi oleh pihak perusahaan.
Penjelasan Kepolisian
Kepolisian memastikan tidak terjadi ledakan di area tambang emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Informasi yang berkembang sebelumnya disebut berasal dari kemunculan asap di dalam kawasan tambang bawah tanah.
Kepala Polres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan asap tersebut terpantau sejak Selasa dini hari, 13 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB. Ia menegaskan hasil komunikasi awal dengan pihak perusahaan menyatakan tidak ditemukan indikasi ledakan.
“Dari keterangan Antam, tidak ada ledakan. Yang terdeteksi hanya asap,” ujar Wikha saat dikonfirmasi, Rabu, 14 Januari 2026.
Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan sumber munculnya asap tersebut. Wikha menyebut pemeriksaan lanjutan masih menunggu kondisi di lokasi memungkinkan untuk dimasuki petugas.
“Kami masih menunggu situasi aman agar bisa masuk ke titik sumber dan memastikan penyebabnya,” katanya.
Editor : Uways Alqadrie