TENGGARONG SEBERANG - Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin meresmikan layanan radioterapi dan Layanan Kanker Terpadu (Cancer Centre) di RSUD Aji Muhammad Parikesit, Kamis (15/1/2026).
Peresmian ini menandai penguatan layanan kesehatan rujukan di Kutai Kartanegara, khususnya bagi penanganan penyakit kanker. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, beroperasinya layanan radioterapi menjadi langkah penting untuk mendekatkan akses layanan kesehatan lanjutan kepada masyarakat Kukar yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah.
“Selama ini pasien kanker yang membutuhkan radioterapi harus menjalani rujukan ke rumah sakit lain di Kalimantan Timur, dengan waktu tunggu yang cukup lama. Sekarang layanan itu sudah tersedia di Kukar,” ujar Aulia.
Baca Juga: Senggol Kapal LCT, Ketinting Terbalik di Sungai Belayan
Berdasarkan data tahun 2024, sekitar 540 pasien asal Kutai Kartanegara tercatat dirujuk ke luar daerah untuk menjalani radioterapi. Waktu tunggu untuk mendapatkan layanan tersebut dapat mencapai hingga tiga bulan, belum termasuk pasien rujukan dari Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan wilayah sekitar.
Menurut Aulia, kehadiran layanan radioterapi di RSUD Aji Muhammad Parikesit diharapkan dapat memangkas waktu tunggu pasien sekaligus meningkatkan kualitas penanganan kanker di daerah.
Layanan radioterapi tersebut menjadi bagian dari pengoperasian Layanan Kanker Terpadu (Cancer Centre) yang berlokasi di Gedung Murai. Dengan fasilitas ini, RSUD Aji Muhammad Parikesit kini memiliki rangkaian layanan kanker yang lebih lengkap, mulai dari pembedahan tumor, kemoterapi, hingga terapi radiasi.
Baca Juga: Buruh Transportasi Punya Serikat: Dorong Kepastian Upah dan Perlindungan Kerja
Selain Cancer Centre, Bupati dan Sultan Kukar juga meresmikan Paviliun Nuri, gedung layanan eksekutif yang disiapkan bagi pasien dengan penjamin selain BPJS maupun pasien umum. Aulia menegaskan, kehadiran paviliun tersebut tidak mengurangi layanan reguler yang telah berjalan.
“Layanan BPJS tetap menjadi prioritas. Paviliun Nuri disiapkan sebagai pelengkap layanan sekaligus mendukung keberlanjutan pengelolaan rumah sakit daerah,” katanya.
Peresmian tersebut turut disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutai Kartanegara. Keterlibatan Sultan Kutai Kartanegara dalam peresmian ini dinilai sebagai simbol keterhubungan antara sejarah, nilai kultural, dan pelayanan publik modern di daerah.
Baca Juga: Program Pendamping Desa dan Kelurahan Kukar Idaman Berakhir, Pemkab Siapkan Skema Baru
Nama RSUD Aji Muhammad Parikesit sendiri diambil dari Sultan Aji Muhammad Parikesit, Sultan Kutai Kartanegara ke-19 yang memerintah pada 1920–1960. Sultan yang dilahirkan dengan nama Aji Kaget itu merupakan sultan terakhir yang memimpin sebelum wilayah Kesultanan Kutai resmi masuk ke dalam wilayah Republik Indonesia dan ditetapkan sebagai Daerah Istimewa Kutai.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga meresmikan akses jalan baru menuju kawasan RSUD Aji Muhammad Parikesit melalui jalur Gedung Karang Melenu. Akses ini dinilai lebih dekat dari pusat Kota Tenggarong dan mendukung pengaturan zona layanan rumah sakit rujukan.
Dengan pengoperasian layanan radioterapi, Cancer Centre, serta penguatan fasilitas pendukung, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menargetkan RSUD Aji Muhammad Parikesit semakin berperan sebagai rumah sakit rujukan regional dalam penanganan penyakit kronis dan kanker. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki