Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Donald Trump Incar Greenland, Unggahan Gedung Putih Jadi Sinyal Keras, Picu Isu Serangan AS?

Hernawati • Kamis, 15 Januari 2026 | 12:59 WIB
Unggahan Gedung Putih.
Unggahan Gedung Putih.

KALTIMPOST.ID, Usai melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, di mana Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya Cilia Flores ditangkap dan dibawa ke New York, kini beredar kabar bahwa Amerika Serikat (AS) ingin melancarkan serangan ke Greenland.

Kabar tersebut semakin memanas setelah akun resmi Gedung Putih Amerika Serikat mengunggah bocoran langkah yang akan dilakukan Donald Trump.

Hal tersebut diketahui dari unggahan akun Instagram @whitehouse pada 13 Januari 2026.

Dalam unggahan tersebut, memperlihatkan Donald Trump tengah memandang ke luar jendela dari Gedung Putih.

Jendela tersebut tak seperti biasanya karena pemandangan yang diganti oleh peta Greenland.

“Monitoring the situation,” tulis unggahan tersebut.

Tak pelak unggahan dari akun resmi @whitehouse jadi perbincangan hangat di media sosial.

Salah satunya diunggah oleh akun Thread @uniebby pada 13 Januari 2026.

“Udah di spill hari ini sama Washington, udah dibilangin Greenland adalah fokus utama US. Karena kalau Greenland belum jatoh ke tangan Trump, militer US gak akan berani serang Iran,” ujarnya.

Unggahan tersebut juga menuai reaksi dari warganet yang ikut menyoroti bocoran dari Gedung Putih.

“Mamarika kaya yang nervous, dalam negeri di demo, terus buat onar di genknya Nato. Cari-cari musuh, sebenarnya pengennya apa sih Mamarika nih,” kata warganet.

“Awalnya sih respect sama Trumpet, tapi semenjak selesai pandemi Covid makin ke sini makin ke sana, ih kebuka semua topengnya Trumpet tahun ini,” timpal warganet lainnya.

“Haus kekuasaan, haus peperangan, haus pertumpahan darah. Tapi menarasikan diri sebagai polisi dunia. Yak itulah penjajah, ada yang dukung? Ada,” ucap warganet.

Mengapa Greenland Penting bagi Trump?

Greenland—pulau terbesar di dunia yang bukan benua—terletak di Arktik.

Ini juga merupakan wilayah dengan populasi terpadat. Sekitar 56 ribu orang tinggal di sana, sebagian besar adalah penduduk asli Inuit.

Sekitar 80 persen wilayahnya tertutup es, artinya sebagian besar penduduk tinggal di pesisir barat daya sekitar ibu kota, Nuuk.

Ekonomi Greenland terutama bergantung pada perikanan, dan menerima subsidi besar dari pemerintah Denmark.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap sumber daya alam Greenland, termasuk penambangan mineral tanah jarang, uranium, dan besi, semakin meningkat.

Sumber daya ini mungkin menjadi lebih mudah diakses seiring pemanasan global yang menyebabkan mencairnya lapisan es raksasa yang menutupi pulau tersebut.

Sumber daya mineral yang berharga telah menjadi fokus utama Donald Trump di berbagai belahan dunia, termasuk dalam hubungannya dengan Ukraina.

Namun, Presiden AS tersebut mengatakan: "Kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional, bukan untuk mineral."

Editor : Hernawati
#white house #amerika serikat #donald trump #gedung putih amerika serikat #venezuela #Greenland