KALTIMPOST.ID, Pertandingan pembuka putaran kedua BRI Super League 2025/2026 antara PSIM Yogyakarta menghadapi Persebaya Surabaya pada Minggu, 25 Januari 2026, menjadi sorotan utama.
Pertemuan yang akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul ini menyajikan situasi yang kontras antara kedua tim dalam memanfaatkan bursa transfer paruh musim.
Persebaya Surabaya tampil agresif dengan melakukan perubahan besar pada komposisi tim.
Selain menunjuk Bernardo Tavares sebagai nakhoda baru, tim berjuluk Green Force ini resmi mendatangkan tiga pemain asing asal Brasil, yaitu Bruno Paraiba, Gustavo Fernandes, dan Jefferson Silva.
Langkah ini diambil untuk mendongkrak posisi klasemen yang saat ini tertahan di peringkat ketujuh dengan 28 poin.
Baca Juga: Persiapan 100 Tahun, Persebaya Surabaya Fokus Benahi Sektor Internal Lewat Strategi Ini
Misi Balas Dendam Bernardo Tavares
Kekalahan 0-1 dari PSIM pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi motivasi tambahan bagi Persebaya.
Bernardo Tavares menegaskan bahwa kemenangan atas Malut United di laga sebelumnya belum membuatnya merasa cukup.
Ia menargetkan poin penuh saat bertandang ke markas Laskar Mataram untuk menggeser posisi PSIM di klasemen.
“Mari kita lihat apakah di pertandingan berikutnya (melawan PSIM, red) kami bisa memberikan lebih banyak lagi (poin),” ujar Bernardo Tavares dikutip dari laman ileague.
Tavares juga merancang agenda uji coba untuk memperkuat kerja sama antar-pemain lama dan baru.
“Pertandingan persahabatan penting untuk menciptakan persaingan di dalam tim,” kata pelatih asal Portugal tersebut menambahkan.
Baca Juga: Keputusan Berani Persebaya Surabaya di Bursa Transfer, Bek Asing Harga Miliaran Ikut Dilepas?
Persiapan PSIM Yogyakarta Tanpa Pemain Baru
Berbeda dengan Persebaya, PSIM Yogyakarta justru belum menambah amunisi baru. Tim asuhan Jean-Paul van Gastel ini bahkan melepas tiga pemain mereka, yakni Rafinha, Ikhsan Chan, dan Diandra Diaz.
Meski begitu, PSIM memiliki modal kepercayaan diri tinggi setelah menutup putaran pertama di posisi keenam dengan raihan 30 poin.
Manajer PSIM Yogyakarta, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa fokus tim saat ini adalah menjaga konsistensi dan fisik pemain menghadapi jadwal yang padat. Seluruh pemain hanya diberikan libur singkat sebelum kembali menjalani latihan rutin.
Baca Juga: Bernardo Tavares Dihadapkan Dilema Besar Jelang Putaran Kedua Super League
“Tim pelatih memang hanya memberikan libur dua hari saja (13-14 Januari). Besok (15 Januari), tim sudah mulai latihan lagi agar bisa bermain maksimal untuk putaran kedua,” ujar Razzi Taruna dikutip dari laman resmi klub.
Razzi menambahkan bahwa manajemen menuntut kedisplinan tinggi dari para pemain untuk mempertahankan tren positif tim.
“Terus dengan jadwal yang padat, kami berpikir bagaimana caranya pemain tetap fokus dan juga menjaga kebugarannya dengan baik. Karena di masa-masa besok ini, contoh di bulan Februari saja kita cukup padat jadwalnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Persebaya Tak Benar-Benar Libur, Bernardo Tavares Siapkan Sesuatu di Balik Jeda Liga
Analisis Kekuatan Lini Tengah dan Belakang
Masuknya Bruno Paraiba sebagai gelandang tengah baru di kubu Persebaya diprediksi akan mengubah alur serangan tim.
Sementara itu, Gustavo Fernandes dan Jefferson Silva diharapkan mampu menambal celah di lini pertahanan yang menjadi bahan evaluasi Tavares.
Di sisi lain, PSIM ditantang untuk tetap solid meski kehilangan tiga pemain pilar. Konsistensi penampilan menjadi kunci bagi Laskar Mataram jika ingin mengulang kesuksesan mengalahkan Persebaya seperti pada pertemuan pertama. ***
Editor : Dwi Puspitarini