KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Maraknya tren olahraga baru seperti padel yang kini mulai banyak berdiri lapangan baru di Samarinda tak lantas membuat bisnis gym kehilangan pamor. Justru, keberagaman pilihan olahraga dinilai memperkuat ekosistem gaya hidup sehat masyarakat.
Pemilik Alephpro (AP) Fitness, Andry Perdana, menyambut positif munculnya tren olahraga baru tersebut. Sebab minat masyarakat untuk olahraga justru terbangun. “Kalau saya pribadi sih senang-senang aja, saya bersyukur dengan adanya olahraga baru,” ujarnya.
Menurut Andry, karakter masyarakat Indonesia yang gemar mengikuti tren membuat olahraga seperti padel cepat berkembang. “Walaupun kesannya menciptakan tren fomo (fear of missing out) juga. Karena masyarakat Indonesia suka ikut tren. Tapi ini trennya bagus karena orang jadi pergi untuk olahraga terlepas apapun itu bentuk olahraganya,” kata dia.
Namun di balik tren tersebut, dia melihat dampak yang lebih substansial bagi kesehatan publik. “Dengan adanya tren padel ini sebenarnya juga membantu masyarakat Indonesia meningkatkan kualitas kesehatannya melalui aktivitas olahraga,” jelasnya.
Andry menilai, padel memiliki manfaat yang berbeda dibandingkan latihan beban. Sebab olahraga tersebut termasuk dalam kardio. Aktivitas fisik ritmis yang meningkatkan detak jantung dan pernapasan untuk melatih jantung, paru-paru, serta sistem peredaran darah, bertujuan membakar kalori dan lemak, serta meningkatkan stamina dengan memanfaatkan oksigen secara efisien.
Perbedaan karakter olahraga itulah yang membuat gym tetap memiliki tempat tersendiri. Menurutnya, latihan beban tidak tergantikan oleh tren olahraga apa pun. “Jadi memang berbeda dengan olahraga latihan beban strength training atau gym ini. Tetap ada pasarnya di tengah tren olahraga sekarang,” ucap Andry.
Dia menegaskan, gym tetap relevan karena melatih aspek kekuatan tubuh yang tidak sepenuhnya disentuh oleh olahraga kardio. Latihan beban, lanjut Andry, berperan penting dalam menjaga metabolisme tubuh.
Angkat beban (latihan resistensi) fokus membangun otot juga menguatkan tulang dan membakar lemak lebih lama setelah latihan. "Semua ada pasarnya. Harapannya sih minat olahraga terus ada, jadi tidak sekadar tren," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo