Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Cuan dari Bisnis Olahraga Kian Menggiurkan, Disebut-sebut sebagai Golden Year

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:39 WIB
OLAHRAGA RAKET: Para pencinta pickleball di Balikpapan dalam waktu dekat memiliki tempat bermain yang representatif, yakni di Borneo Anfield Stadium.
OLAHRAGA RAKET: Para pencinta pickleball di Balikpapan dalam waktu dekat memiliki tempat bermain yang representatif, yakni di Borneo Anfield Stadium.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Demam olahraga yang menjangkiti masyarakat Kaltim menawarkan cuan yang melimpah. Setelah padel sempat menjadi primadona, tren kini meluas ke tenis lapangan hingga pickleball.

Tren berolahraga ini tidak hanya mencerminkan pergeseran gaya hidup masyarakat perkotaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang dinilai masih berada pada fase awal pertumbuhan.

Pengusaha Fasilitas Olahraga di Balikpapan, Muhammad Ryan Chong menilai 2026 sebagai momentum krusial bagi perkembangan bisnis olahraga raket. Antusiasme masyarakat yang masih tinggi menjadi fondasi utama pertumbuhan sektor ini, khususnya di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.

“Potensi olahraga raket cukup besar, terutama di tahun 2026 ini karena trennya masih berada di fase awal. Banyak orang masih penasaran dan ikut mencoba olahraga-olahraga raket yang naik daun. Saya bisa dibilang tahun ini golden year,” kata Ryan.

Menurutnya, Balikpapan memiliki karakter pasar yang sangat adaptif terhadap tren olahraga baru. Dalam beberapa bulan ke depan, sejumlah fasilitas padel baru dijadwalkan hadir dan menambah pilihan sarana olahraga bagi masyarakat.

“Kalau kita lihat di Balikpapan sendiri, dalam waktu dekat akan hadir lagi beberapa lapangan padel. Ini menunjukkan tren olahraga raket masih berada dalam landasan yang positif dan belum jenuh,” ujarnya.

Dari sisi prospek bisnis, Ryan menilai padel masih menjadi motor utama pertumbuhan dalam jangka pendek karena tingkat adopsinya yang cepat. Sementara itu, tenis lapangan memiliki keunggulan dari sisi keberlanjutan karena basis penggemarnya sudah terbentuk sejak lama.

“Untuk jangka pendek, padel masih paling cerah karena fase pertumbuhannya sangat cepat. Sedangkan tenis lebih stabil dan berkelanjutan untuk jangka menengah karena bukan olahraga musiman,” jelasnya.

Selain padel dan tenis, pickleball mulai mencuri perhatian sebagai alternatif olahraga raket yang lebih inklusif. Olahraga ini dinilai mudah dimainkan oleh berbagai kelompok usia dengan biaya yang relatif terjangkau.

“Pickleball memang masih di bawah padel dan tenis, tapi potensinya besar karena mudah dimainkan dan bisa menjangkau lebih banyak kalangan,” tutur Ryan.

Sebagai pelaku usaha, pemilik Borneo Anfield Stadium ini optimistis dengan strategi yang tepat dan kualitas layanan yang konsisten, bisnis olahraga akan menjadi bagian penting dari ekonomi Balikpapan dalam beberapa tahun ke depan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Tenis Lapangan #Bisnis olahraga #cuan #padel #tren olahraga #gaya hidup #Pickleball