Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Belum Aman Dilalui? Uji Jembatan Mahulu Samarinda Rampung Pekan Depan

Eko Pralistio • Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:07 WIB

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahaan Rakyat Kaltim melaksanakan uji dinamis dengan melihat respons getaran ketika jembatan diberi beban atau mengalami pergerakan. (EKO PRALISTIO/KP)
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahaan Rakyat Kaltim melaksanakan uji dinamis dengan melihat respons getaran ketika jembatan diberi beban atau mengalami pergerakan. (EKO PRALISTIO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kondisi Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda baru bisa dipastikan layak atau tidak pasca dihantam tongkang dua kali dalam sebulan, diperkirakan haslinya baru diketahui seminggu ke depan.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahaan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim melaksanakan uji dinamis; adalah pengujian jembatan dengan melihat respons getaran ketika jembatan diberi beban atau mengalami pergerakan. 

Baca Juga: Jembatan Mahulu Diuji Usai Dua Kali Ditabrak Tongkang, Kendaraan Berat Diminta Parkir

Tujuannya untuk mengetahui kondisi struktur jembatan dari sisi kekuatan dan kelakuannya. Menurut Tenaga Ahli sekaligus konsultan pengujian itu, Akhmad Aminullah menegaskan uji yang dilakukan bukanlah uji beban.

"Melainkan uji dinamis, yang fokus melihat getaran yang dihasilkan dari pengujian dan juga aktifitas di atas jembatan. Semuanya direkam lewat alat bernama accelerometer," jelasnya, Sabtu (17/1).

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahaan Rakyat Kaltim melaksanakan uji dinamis dengan melihat respons getaran ketika jembatan diberi beban atau mengalami pergerakan. (EKO PRALISTIO/KP)
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahaan Rakyat Kaltim melaksanakan uji dinamis dengan melihat respons getaran ketika jembatan diberi beban atau mengalami pergerakan. (EKO PRALISTIO/KP)

Nantinya, lanjut dia, hasil dari getaran itu akan dibandingkan dengan frekuensi kondisi jembatan pertama kali dibangun, dan beberapa waktu sebelum ditabrak tongkang.

"Dari frekuensi itu baru nanti akan disimpulkan bagaimana kondisi jembatan. Jadi, nanti dibandingkan dengan frekuensi natural (kondisi awal jembatan)," imbuhnya.

Pengukuran dilakukan di beberapa titik strategis, dimulai dari bagian tengah jembatan, seperempat bentang, dan tig perempat bentang, dengan dasar hitungan dari pilar pertama dan seterusnya.

Baca Juga: Jembatan Mahulu Ditutup Total Mulai 17 Januari 2026, Truk Dilarang Masuk Samarinda

"Nah, untuk hasilnya kemungkinan memakan waktu hingga satu minggu. Selain dikombinasikan dengan frekuensi natural, kita juga akan bandingkan dengan pengujian struktur jembatan," jelasnya.

Akibat pengujian itu, sejumlah pengendara roda dua maupun enam ke atas, banyak parkir di sekitar area jembatan. Salah satunya Sony, sopir ekspedisi, yang mengaku sudah parkir sejak pagi.

"Sekitar jam 10 pagi tadi sudah parkir di sekitara Loa Bakung (Jalan Jakarta). Rencananya menuju ke arah balikpapan ngantar barang," ungkapnya.

Sony menilai, satu-satunya akses yang paling dekat khususnya untuk kendaraan bertonase besar dari Samarinda menuju luar kota melewati Jembatan Mahulu. 

Baca Juga: PAD Kaltim Bocor, Potensi Rp 90 Miliar per Tahun dari Pemanduan Kapal Sungai Mahakam

Disinggung akses jalan yang lain, Sony menyebut bisa lewat Kabupaten Kutai Kartanegara, namun jarakny memerlukan waktu tambahan sekitar setengah jam. Dengan begitu, ongkos operasional dan tarif pengiriman barang bisa berubah.

“Kalau lewat sana kan jauh, setengah jam lebih. Tarif kami juga otomatis berubah,” katanya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#tongkang batu bara #sungai mahakam #Jembatan Mahulu #kaltim #samarinda #jembatan mahakam