KALTIMPOST.ID, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat menggeruduk Gedung DPRD Kaltim, Kamis, 22 Januari 2026. Mereka membawa satu suara, menolak pemilihan kepala daerah lewat DPRD.
Unjuk rasa itu berujung dengan audiensi, sebanyak 20 perwakilan massa aksi diajak duduk bersama dengan wakil rakyat di tingkat provinsi itu.
Audiensi dipimpin dua Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel dan Yenni Eviliana. Di hadapan masa aksi, Ekti menegaskan wacana pemilihan tertutup lewat DPRD itu bukan keputusan daerah.
Baca Juga: Demo Mahasiswa di DPRD Kaltim, Tolak Pilkada Tertutup dan Kritik Efisiensi Anggaran
Kewenangan, kata dia, ada di pemerintah pusat. Khususnya di DPR RI. "Masih wacana di pusat. Belum ada kepastian," ucapnya.
Kendati demikian, politikus Gerindra itu berjanji aspirasi puluhan mahasiswa itu tak akan menguap begitu saja. DPRD Kaltim, lanjut dia, siap meneruskan dan mengawal aspirasi itu ke pemerintah pusat serta pimpinan partai politik.
Menanggapi desakan mahasiswa agar DPRD Kaltim menandatangani pakta integritas penolakan skema pemilihan tertutup, Ekti menyebut dewan akan menyiapkan forum lanjutan. Forum itu akan membahas dan merumuskan poin-poin tuntutan yang memungkinkan untuk disepakati bersama.
“Nanti semua unsur pimpinan akan hadir untuk menandatangani kesepakatan bersama dengan adik-adik mahasiswa,” singkatnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki