KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Harga emas logam mulia kini melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp 2,8 juta per gram. Menanggapi tren positif instrumen safe haven ini, Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Balikpapan menawarkan kemudahan.
Melalui program tabungan emas dan cicil emas bagi masyarakat yang ingin mengamankan aset dari inflasi. Terlebih emas kian populer sebagai instrumen investasi dalam kurun waktu berapa tahun terakhir.
Emas dianggap aman dan stabil dalam kondisi inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Apalagi di masa ini, emas batangan pun tidak lagi menjadi barang mewah untuk kalangan atas saja.
Melainkan seluruh masyarakat bisa mengakses jenis investasi tersebut. Termasuk dengan layanan yang diberikan BSI dalam bentuk tabungan emas maupun cicil emas.
“Misal ingin menyisihkan dana setiap bulan daripada menabung biasa,” kata Manager BSI Area Balikpapan Andi Asni. Menurutnya ini kesempatan baik bagi masyarakat yang berminat investasi.
“Prediksinya emas bisa menyentuh Rp 5 juta per gram di masa mendatang,” tuturnya. Maka masyarakat bisa segera mulai memiliki emas dengan program tabungan emas atau cicil emas.
Tinggal menyesuaikan mana program yang cocok dengan kondisi dan kebutuhan nasabah. “Sekarang masyarakat Indonesia itu investasi safe haven main di emas,” jelasnya. Termasuk di Balikpapan memiliki tren positif.
Khusus program cicil emas tersedia untuk logam mulia mulai dari 10 gram, 25 gram, 50 gram, hingga 100 gram. Teknisnya nasabah cukup menyediakan dana down payment (DP) 5 persen dari total harga beli emas.
Kemudian materai Rp 10.000, biaya administrasi 0,25 persen, dan setoran awal buka rekening tabungan emas Rp 100.000. “Selanjutnya tinggal membayar cicilan flat, tanpa bunga,” katanya.
BSI menyediakan opsi cicilan emas dengan mulai dari satu sampai lima tahun. Contoh untuk emas 10 gram dengan cicilan 60 bulan, nasabah hanya membayar Rp 608 ribu per bulan.
Sementara untuk tabungan emas, nasabah sudah bisa mulai buka rekening dari Rp 50 ribu. “Kalau ada rezeki saat gajian sisihkan saja membeli emas karena harganya melambung luar biasa,” sebutnya.
Mulai dari 2024, kenaikan emas masih secara perlahan dari Rp 800 ribu menjadi Rp 1 juta per gram. Kemudian tahun lalu kenaikan harga emas Rp 1,6 juta per gram hingga Rp 1,8 juta per gram.
Itu terus merangkak naik hingga saat ini sudah mencapai Rp 2,8 juta per gram. “Jauh sekali naiknya hampir 50 persen,” ucapnya. Kalau sudah dicicil selama dua sampai tiga tahun lalu sangat lumayan kenaikan nilai emas.
Jika nasabah mau cetak juga cukup ajukan lewat aplikasi. Maksimal paling lama satu bulan, emas dalam bentuk fisik ini sudah ditangan nasabah. “Kalau butuh duit juga tersedia opsi gadai emas,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto