KALTIMPOST.ID-Perkembangan program makan bergizi gratis (MBG) di Kaltim menunjukan tren yang relatif konsisten, meski sejumlah tantangan masih membayangi percepatan implementasi di daerah.
Salah satu indikator utama pelaksanaan MBG di Benua Etam ini adalah keberadaan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sebagai simpul distribusi layanan.
Muhammad Sirajul Amin Mubarak, pendamping koordinator Regional SPPG Kaltim mengatakan, sebaran SPPG saat ini hampir merata di seluruh kabupaten/kota.
Satu-satunya wilayah yang masih tertinggal adalah Mahakam Ulu (Mahulu), yang hingga kini berada dalam tahap pembangunan fasilitas.
Faktor geografis yang sulit dijangkau serta minimnya sosialisasi menjadi penyebab keterlambatan distribusi informasi terkait pelaksanaan MBG di wilayah tersebut.
Secara data, hingga saat ini terdapat 161 SPPG yang telah selesai dibangun, dengan 123 di antaranya sudah beroperasi menyalurkan layanan MBG.
“Trennya menunjukkan peningkatan bertahap dan konsisten. Fokus kami tidak hanya pada penambahan jumlah SPPG, tetapi juga penguatan kualitas layanan dan kepatuhan terhadap standar operasional,” ujar Sirajul, Sabtu (24/1).
Pemerintah menargetkan pendirian total 376 SPPG di Kaltim. Dari sisi pengajuan dan pendaftaran mitra, lanjut dia, sekitar 80 persen target telah tercapai. Namun, realisasi pembangunan baru mencapai sekitar 42 persen.
Kesenjangan ini, menurut Sirajul, disebabkan oleh sebagian calon mitra yang belum mampu menyelesaikan pembangunan fasilitas dalam batas waktu 45 hari sesuai komitmen awal.
Dari sisi operasional, tantangan besar belum sepenuhnya terasa karena capaian penerima manfaat masih relatif rendah.
Hingga kini, MBG di Kaltim baru menjangkau sekitar 24 persen target penerima, atau sekitar 265.024 orang. Dalam sehari, sebanyak 1.101.936 orang yang menerima manfaat. (rd)
Data Program MBG di Kaltim
- Dapur SPPG 372 SPPG.
- Menyerap 18.600 tenaga kerja.
- Dalam sehari, penerima manfaat ada 1.101.936 orang.
- Standar komposisi kandungan gizi di satu porsi menu MBG antara lain, karbohidrat 40 persen, protein hewan dan nabati 30 persen, serta serat 30 persen.
- Di Kaltim, total sekolah yang menerima manfaat MBG per 15 November 2025. Dari PAUD 79, RA 11, SD 324, MI 25, SMP 129, MTs 35, SMA 52, SMK 62, MA 20, SLB 3, dan Posyandu 23.
- SPPG di Kaltim yang sudah terdaftar sebanyak 161. Namun baru 123 yang operasional.
Sumber: BGN Perwakilan Kaltim
Editor : Romdani.