KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–-Event lari Kaltim Post bertajuk Runstoppable menjadi puncak perayaan hari jadi ke-38 Kaltim Post sebagai harian pertama di Kalimantan Timur.
Kegiatan itu digelar Minggu (25/1) dengan mengambil lokasi di Kantor Marketing Grand City Balikpapan, dan diikuti 2.200 peserta dari berbagai kalangan.
Sejak Subuh hingga jelang pukul 06.30 Wita, perlahan ribuan pelari memadati area start. Suasana semarak terlihat tidak hanya dari peserta komunitas lari dan masyarakat, tetapi juga dari kehadiran atlet-atlet daerah yang turut ambil bagian.
Runstoppable kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, bukan sekadar sebagai ajang olahraga, melainkan sebagai ruang temu antara gaya hidup sehat, prestasi olahraga, dan kolaborasi lintas sektor.
Dirinya turut mengapresiasi penyelenggaraan event. Menurutnya, kegiatan seperti Runstoppable berkontribusi langsung dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat kota.
“Kegiatan seperti itu membuat budaya hidup sehat untuk warga Balikpapan semakin meningkat,” ucap Ratih usai melepas peserta lari mendampingi Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, di lokasi acara.
Ratih juga menyoroti keterlibatan atlet-atlet daerah yang berada di barisan terdepan saat start. Dia berharap keikutsertaan mereka dalam event-event lari terbuka dapat berdampak pada peningkatan prestasi olahraga.
“Tadi saya melihat banyak atlet kami start di pertama, di barisan terdepan. Saya harapkan setiap ada kegiatan, mereka memiliki peningkatan prestasi. Waktu tercepat harus mereka lihat di setiap run atau event yang mereka ikuti,” katanya.
Lebih lanjut, Disporapar Balikpapan membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah kota dan penyelenggara event olahraga seperti yang dilakukan Kaltim Post. Dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas kehadiran, tetapi juga pada aspek promosi dan publikasi.
“Kita kolaborasi. Jadi kita bantu juga melalui media videotron kita, publikasi melalui media Disporapar, serta banyak diskusi dengan penyelenggara,” jelas Ratih.
Ke depan, event serupa diharapkan dapat melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya UMKM binaan Pemerintah Balikpapan melalui Dinas UMKM.
“Harapannya mendatang juga ada UMKM. Ini kan belum ada, namun bisa melibatkan UMKM-KM binaan dari pemerintah kota. Jadi bukan hanya mendukung gaya hidup sehat, tapi juga UMKM dan MKM,” tambahnya.
Sebagai puncak perayaan HUT ke-38 Kaltim Post, Runstoppable menegaskan peran Kaltim Post tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas positif di masyarakat.
Melalui event ini, Kaltim Post menunjukkan komitmennya untuk terus hadir, menginspirasi, dan berkolaborasi dalam membangun Kalimantan Timur yang sehat dan berdaya.
Ditemui langsung, Kaltim Post Runstoppable tidak hanya menarik perhatian para atlet lokal, bahkan Mantan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, turut hadir dan mengikuti rangkaian lari tersebut. Dia menilai event lari yang digagas Kaltim Post memiliki dampak positif, baik dari sisi gaya hidup maupun pembinaan olahraga.
“Pokoknya terus semangat Kaltim Post, karena ini kan bagus. Ini olahraga lari yang sekarang jadi tren salah satu gaya hidup,” ujarnya.
Rizal berharap, melalui event ini akan lahir lebih banyak atlet-atlet lari potensial dari Kota Minyak. Menurutnya, kompetisi terbuka seperti Runstoppable dapat menjadi pintu awal pembinaan atlet daerah.
“Selain gaya hidup, mudah-mudahan ada atlet berprestasi juga untuk Balikpapan. Ini kan dilombakan dan jaraknya macam-macam. Mudah-mudahan dengan Kaltim Post, lahir atlet-atlet lari kita di Balikpapan,” tuturnya. (*)
Editor : Dwi Restu A