KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Dibalik peristiwa ditabraknya Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda pada Minggu (25/1/2026) pagi, memunculkan dugaan keterlibatan aparat penegak hukum (APH) dalam pengelolaan buoy atau tambatan kapal ilegal di alur Sungai Mahakam.
Tambatan liar itu diduga menjadi salah satu faktor pemicu kecelakaan di kawasan Kelurahan Sengkotek dan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Dugaan tersebut mencuat usai beredarnya rekaman percakapan radio berdurasi 1 menit 29 detik antara petugas Pandu Menara dengan nahkoda Tug Boat (TB) Marina 1631 yang menarik tongkang BG Marine Power 3066 bermuatan batu bara.
Baca Juga: Hasil Investigasi Awal PUPR Kaltim, Kondisi Jembatan Mengkhawatirkan
Percakapan itu terjadi tak lama setelah insiden tabrakan jembatan. Dalam rekaman itu, nahkoda menyebut nama seseorang berinisial MT yang diduga merupakan personel Satuan Polairud Polresta Samarinda. Nama tersebut dikaitkan dengan keberadaan buoy yang tersangkut di baling-baling kapal.
Nahkoda dalam percakapan itu menyebut kapal tak bisa bergerak karena buoy “pak MT” menyangkut di baling-baling. Petugas Pandu Menara lalu menanyakan kondisi kapal dan meminta percepatan pengerahan bantuan serta penyelam untuk melepaskan tambatan yang hanyut di sekitar Jembatan Mahulu.
Baca Juga: Jembatan Mahakam Ulu Kembali Ditabrak Tongkang, Buoy Tambat Milik Siapa?
Rekaman tersebut memperkuat dugaan sulitnya memberantas praktik tambatan ilegal di Sungai Mahakam, terutama di sekitar Jembatan Mahulu yang menjadi jalur utama lalu lintas tongkang batu bara.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kasat Polairud Kompol Rachmad Aribowo mengatakan, saat ini pihaknya masih memeriksa saksi-saksi terkait insiden tersebut.
“Kalau konfirmasi sekarang itu masih kami periksa dulu saksi-saksi,” ujar Aribowo saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Terkait dugaan keterlibatan personel Polairud dalam pengelolaan buoy ilegal, Aribowo mengaku belum menerima informasi tersebut. Namun, dia memastikan akan menindak tegas jika ada anggota yang terbukti terlibat.
“Saya akan cek dan dalami dulu. Kalau memang ada anggota saya terlibat, pasti akan saya tindak,” tegasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki