KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - DPRD Balikpapan kecewa atas minimnya penyerapan anggaran pembangunan RS Balikpapan Barat. Sejumlah fraksi resmi mengusulkan pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk evaluasi proyek.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono mengatakan, pihaknya sudah menjalankan tugas dengan melakukan penganggaran. Begitu pula saat pelaksanaan proyek ikut mengawasi.
Namun kenyataannya hasil pekerjaan fisik minim dan mengecewakan. Anggaran yang sudah disediakan untuk RS Balikpapan Barat sebesar Rp 106 miliar tidak terserap dengan maksimal.
Sesuai laporan yang disampaikan progres pekerjaan sudah 20 persen. Wakil rakyat di legislatif akan melihat dulu secara detail tentang laporan tersebut. Misalnya anggaran digunakan sudah sesuai peruntukan atau tidak.
“Kami mau cek 20 persen ini apa sesuai dengan anggaran yang sudah kita susun sedari awal,” tegasnya. Nantinya anggota DPRD Balikpapan akan perdalam dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Kemudian melakukan pertemuan secepatnya. Budiono menyadari kebutuhan rumah sakit di Balikpapan Barat penting sekali dan sekian tahun warga menanti fasilitas kesehatan tersebut.
“Baik untuk melayani warga, pengembangan daerah, dan penyerapan pendapatan asli daerah (PAD),” bebernya. Budiono menambahkan, fraksi-fraksi sudah menanyakan dan bersurat resmi kepada ketua DPRD Balikpapan.
Terkait permohonan pembentukan panitia khusus (pansus). “Ini untuk menindaklanjuti keresahan dan transparansi anggaran,” jelasnya. Sehingga sebelum proyek berlanjut ada evaluasi yang jelas.
Dengan begitu di masa mendatang tidak terjadi kesalahan lagi. Terutama dalam pemilihan kontraktor. “Jangan sampai nanti kontraktor yang tidak bagus dipakai lagi saat lelang ulang,” tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo