KALTIMPOST.ID-Sebuah kapal feri mengalami insiden miring saat bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa pagi (27/1).
Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah kapal tiba dari Pare-Pare, Sulawesi Selatan, dan sempat memicu kepanikan penumpang.
Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 07.00 Wita terkait kondisi kapal yang tidak stabil serta dugaan penumpang terjebak di dalam kendaraan.
Menindaklanjuti laporan itu, Lanal Balikpapan segera mengerahkan personel ke lokasi dan berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan, Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang, Basarnas, Pelindo, serta KSOP untuk melakukan penanganan darurat.
Baca Juga: Wabup Paser Instruksikan Langkah Nyata Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Setibanya di lokasi, petugas memprioritaskan evakuasi korban luka. Tiga penumpang berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain korban luka, petugas juga menemukan satu penumpang yang diduga meninggal dunia. Namun hingga kini korban tersebut belum dapat dievakuasi karena masih terjepit di dalam sebuah mobil kecil di bagian tengah kapal.
Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda vital pada korban tersebut. Meski demikian, evakuasi belum dapat dilakukan karena kondisi kapal masih miring dan berisiko membahayakan keselamatan petugas.
Baca Juga: Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Minta Perusahaan Tak Diskriminatif terhadap Pekerja yang Berserikat
Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, area dermaga terlebih dahulu disterilkan. Petugas kemudian merencanakan pengeluaran kendaraan secara bertahap guna mengurangi beban kapal agar posisinya kembali stabil.
Setelah kondisi dinyatakan aman, proses evakuasi terhadap korban meninggal dunia akan dilakukan. Sementara itu, penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab insiden diserahkan kepada pihak kepolisian.
Diketahui, kapal feri tersebut tiba di Pelabuhan Semayang sekitar pukul 06.00 Wita, mengalami keterlambatan dari jadwal awal yang seharusnya tiba pada pukul 02.00 Wita. Insiden miring terjadi saat kapal sudah dalam posisi sandar di dermaga.(*)
Editor : Thomas Priyandoko