KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Portal setinggi 2,45 meter yang bertengger di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda akan dilepas, Sabtu (31/1). Dengan begitu, aktivitas lalu lintas di jembatan itu akan dibuka kembali untuk kendaraan umum.
Keputusan dibukanya kembali portal itu setelah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim selesai melaksana pemeriksaan secara geometri (visual) jembatan usai dihantam tongkang sebanyak tiga kali, Desember 2025 hingga Januari 2026.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-Pera Kaltim Muhammad Muhran memastikan, hasil uji secara geometrik menunjukan kondisi struktur jembatan masaih dalam batas toleransi aman.
Pemeriksaan difokuskan pada kondisi pilar, lantai jembatan, serta sambungan struktur utama jembatan. "Dari visual, pilar masih tegak lurus dan masih dalam toleransi aman. Expansion point-nya juga masih rata, tidak ada perubahan," ucapnya, Sabtu (31/1).
Ditegaskan Muhran, pertimbangan lain dibukanya kembali portal itu berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, yang mana Jembatan Mahulu didominasi menjadi jalur utama aktivitas distribusi logistik "Siang ini dibuka untuk kepentingan masyarakat bersama. Dengan begitu, harapannya roda ekonomi bisa berjalan," ucapnya.
Namun, secara teknis, kendaraan dengan beban di atas 8 ton masih belum sepenuhnya direkomendasikan melintas sebelum hasil pengujian lanjutan rampung. “Sebenarnya kami tidak merekomendasikan kendaraan di atas 8 ton untuk melintas. Tapi melihat situasi dan kondisi, kami akan buka dulu sambil tetap melihat dan menjaga keamanan dan keselamatan jembatan," bebernya.
DPUPR-Pera Kaltim akan menggandeng tim konsultan independen dalam rangka pengujian teknis mendalam seperti uji dinamik maupun non-destructive test (NDT) untuk memastikan kondisi struktur internal jembatan.
"Nanti dalam waktu dekat kami akan lakukan uji dinamik dan NDT. Kami menunggu tim konsultan ke Samarinda. Mudah-mudahan kondisi jembatan benar-benar aman dan sehat," imbuhnya.
Dalam pelaksanaan pengujian dinamik dan NDT nanti, lanjut dia, akses Jembatan Mahulu diperkirakan akan kembali ditutup sementara dengan durasi kurang lebih empat jam, serupa dengan skema pemeriksaan sebelumnya. (*)
Editor : Dwi Restu A