Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kumpulkan Ratusan Juta dari Investasi Emas, Gen Z Satu Ini Siap Beli Rumah

Nasya Rahaya • Minggu, 1 Februari 2026 | 15:05 WIB
WAKTUNYA PANEN: Titis Putri Herliyani konsisten menabung emas sejak 2021. Investasi logam mulia itu kini bernilai ratusan juta rupiah dan dipersiapkan untuk membeli rumah.
WAKTUNYA PANEN: Titis Putri Herliyani konsisten menabung emas sejak 2021. Investasi logam mulia itu kini bernilai ratusan juta rupiah dan dipersiapkan untuk membeli rumah.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Ketika tren investasi digital naik turun bak roller coaster, Titis Putri Herliyani justru setia pada instrumen lama yang disebut-sebut uang Tuhan, yakni emas.

Keputusan untuk mulai berinvestasi emas ini dilakukannya sejak awal bekerja di salah satun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2021 saat usianya masih di awal 20-an. Kini nilai investasi emas milik Titis sudah mencapai ratusan juta rupiah.

Perempuan kelahiran 1997 itu mulai melek investasi emas pada 2021, saat harga logam mulia masih di kisaran Rp 930 ribu per gram. Saat itu, menurutnya, emas menjadi pilihan paling realistis untuk pemula yang ingin menjaga nilai aset tanpa risiko fluktuasi.

“Saya mulai di usia 23–24 tahun. Waktu itu lihat harga emas masih di bawah satu juta per gram. Dari situ mulai tertarik karena pergerakannya cenderung stabil dan naik dalam jangka panjang, sampai akhir Januari 2026 ini saja nilai emas sudah di angka 3,2 juta,” ujar Titis kepada Kaltim Post.

Ia mengaku semakin yakin memilih emas setelah banyak membaca laporan tren kenaikan harga emas dalam beberapa tahun terakhir. Dibanding menyimpan uang tunai, menurut dia, menyimpan dalam bentuk emas lebih mampu menahan penurunan nilai akibat inflasi.

“Daripada saving uang, lebih baik saving emas karena nilainya bisa ikut naik. Apalagi banyak pemberitaan soal kenaikan harga emas yang cukup signifikan,” katanya.

Titis berinvestasi terutama pada emas logam mulia 24 karat. Ia tidak terlalu fokus pada perhiasan karena selisih harga jual kembali dinilai kurang menguntungkan untuk tujuan investasi.

Untuk akumulasi, Titis memanfaatkan kombinasi pembelian fisik dan tabungan emas digital lewat Tring, Pegadaian. Ia rutin menyisihkan sekitar 10 persen dari penghasilan bulanannya untuk membeli emas secara bertahap. “Sekarang kan cicil emas bisa mulai nominal kecil. Yang penting konsisten. Sedikit tapi rutin,” ujarnya.

Meski enggan menyebut total gram yang dimiliki, Titis memastikan nilai portofolio emasnya sudah menyentuh ratusan juta rupiah. Seluruh dana itu dipersiapkan sebagai fondasi aset masa depan.

Ke depan, emas yang dikumpulkannya akan dialihkan menjadi properti. Target utamanya adalah membeli rumah setelah nilai investasinya dinilai cukup untuk membeli rumah yang diidamkan. “Kalau sudah memenuhi target, rencananya dialihkan untuk beli rumah,” katanya.

Menurut dia, emas juga memberi fleksibilitas saat membutuhkan dana darurat. Aset tidak harus dijual, tetapi bisa digadaikan sementara. “Kalau perlu dana cepat, emas bisa digadai dulu, tidak harus dilepas,” jelasnya.

Menariknya, Titis memilih fokus pada satu instrumen saja. Ia tidak melakukan diversifikasi ke saham atau kripto. Alasannya sederhana yakni ingin instrumen yang mudah dipahami dan praktis dijalankan. “Sebagai Gen Z, saya pilih yang simple tapi menguntungkan. Sekarang nabung emas bisa lewat aplikasi, dari rumah pakai ponsel saja,” ucapnya.

Ia pun berpesan agar generasi muda tidak menunda memulai investasi emas. Kunci utama, kata dia, bukan pada besarnya nominal, tetapi pada kedisiplinan. “Jangan ditunda. Mulai saja dulu. Bisa kaya aku nabung emas lewat Tring, Pegadaian. Nabungnya bisa dari Rp 10 ribu, demi sedikit yang penting rutin. Itu sudah sangat membantu untuk jangka panjang,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#beli rumah #investasi emas #Titis Putri Herliyani #ratusan juta