Dalam forum resmi bersama pemerintah pusat dan daerah, Presiden meminta jajaran pemerintah daerah tidak menganggap remeh masalah lingkungan tersebut.
Prabowo menegaskan, persoalan sampah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut apalagi diselesaikan dengan saling menyalahkan. Menurutnya, dibutuhkan kepemimpinan yang tegas serta kerja nyata antara pemerintah pusat dan daerah agar masalah tersebut segera ditangani.
Presiden bahkan membuka kemungkinan pemerintah pusat mengambil peran lebih besar jika pemerintah daerah dinilai lamban bertindak. Langkah itu, kata Prabowo, semata-mata dilakukan demi kepentingan masyarakat dan keberlanjutan sektor pariwisata.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, awal pekan ini.
Dalam arahannya, Presiden secara khusus menyinggung kondisi pantai-pantai di Bali yang disebutnya mulai kehilangan kebersihan. Ia mengaku menerima langsung keluhan dari sejumlah tokoh asing yang menilai Bali tidak lagi sebersih dan senyaman sebelumnya.
Prabowo menyebut kritik tersebut sebagai masukan penting yang harus disikapi secara terbuka. Ia menilai citra Bali sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia tidak boleh tercoreng akibat persoalan lingkungan yang sebenarnya bisa diatasi dengan pengelolaan yang serius.
Presiden juga mengingatkan bahwa pariwisata merupakan sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan kerja dalam waktu relatif cepat. Namun, potensi tersebut akan sulit dipertahankan jika kebersihan lingkungan, terutama di destinasi utama, tidak dijaga dengan baik.
Karena itu, Prabowo meminta pemerintah daerah, khususnya di Bali, segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam menangani persoalan sampah. Menurutnya, keberhasilan pariwisata Indonesia sangat bergantung pada keseriusan semua pihak menjaga lingkungan.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengucapkan terima kasih pada Presiden Prabowo yang telah memberi atensi terhadap kebersihan pantai di Bali. Namun, ia menyampaikan, pantai di Bali kotor lantaran sampah kiriman.
"Mengenai sampah yang di Pantai Kuta itu adalah sampah kiriman yang datangnya musiman pada saat musim hujan, yaitu khususnya pada akhir Desember, Januari, dan awal Februari," ungkap Koster.
Koster mengatakan, sampah kiriman datang ke Pulau Dewata terbilang cepat lantaran arus besar. Ia berkata, mengatasi masalah sampah di Bali hanya butuh waktu 2-3 jam.
Koster berkata, pihaknya akan membentuk satgas untuk membersihkan sampah di pantai Bali. Satgas ini terdiri dari perangkat Pemprov Bali hingga aparat TNI-Polri.
"Nah, karena itu dengan arahan Bapak Presiden tadi maka kami akan segera kumpul Kadis Lingkungan Hidup, kemudian kepala BPBD, Kadis Pendidikan, kemudian juga TNI dan Polri, saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai. Begitu sampah datang, langsung bisa dibersihkan, tidak perlu menunggu 2 jam 3 jam," ujar Koster.
Editor : Uways Alqadrie