KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Selain berdampak pada pasokan energi, pakar ekonomi menyebut proyek RDMP Balikpapan juga membawa efek lanjutan bagi ekonomi daerah.
Pembangunan dan operasional kilang berskala besar ini diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan industri.
“Pekerja itu tentu konsumsi hariannya meningkat dan ini menciptakan efek berantai secara ekonomi,” tutur Pakar energi STT Migas Balikpapan Andi Jumardi.
Dirinya menyebut kehadiran RDMP tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan BBM, tetapi juga mendorong tumbuhnya konsumsi masyarakat.
Menurut Andi, proyek berskala ratusan triliun rupiah seperti RDMP akan menarik berbagai aktivitas pendukung, mulai dari jasa konstruksi, transportasi, hingga sektor perdagangan dan perumahan. Hal ini membuat perputaran uang di daerah semakin besar.
Pandangan serupa disampaikan ekonom Universitas Mulawarman Purwadi Purwoharsojo. Ia menilai RDMP Balikpapan memiliki arti penting tidak hanya bagi ketahanan energi, tetapi juga bagi stabilitas fiskal nasional dan ekonomi daerah.
“Impor BBM dibayar dengan dolar. Kalau impor berkurang, tekanan terhadap APBN dan nilai tukar juga ikut berkurang,” kata Purwadi.
Ia menjelaskan, selama impor energi masih tinggi, beban terhadap neraca perdagangan dan nilai tukar akan terus terjadi. Jika RDMP mampu menekan impor BBM, maka dampaknya akan langsung terasa pada keuangan negara dan pada akhirnya turut memengaruhi kondisi ekonomi daerah.
Purwadi menambahkan, pengalaman krisis ekonomi masa lalu harus menjadi pelajaran bahwa ketergantungan pada impor dan utang luar negeri sangat berisiko. “Itu yang terjadi tahun 1998, utang kita membengkak karena nilai tukar melonjak,” ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo