Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

AHY Blak-blakan: Kereta Cepat Jakarta–Surabaya Masih Dikaji, Utang Whoosh Jadi Faktor Utama

Uways Alqadrie • Rabu, 4 Februari 2026 | 07:24 WIB

Proyek kereta Cepat Whoosh melintas di jalur layang Jakarta– Surabaya masih menjalani proses restrukturisasi keuangan. (FOTO: IST)
Proyek kereta Cepat Whoosh melintas di jalur layang Jakarta– Surabaya masih menjalani proses restrukturisasi keuangan. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Pemerintah belum menutup opsi memperpanjang jalur Kereta Cepat Jakarta–Bandung hingga Surabaya, Jawa Timur. Namun, rencana tersebut masih dibayangi persoalan pembiayaan proyek Whoosh yang hingga kini dalam tahap restrukturisasi utang.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan kelanjutan proyek kereta cepat merupakan agenda strategis jangka panjang untuk memperkuat konektivitas nasional.

Menurutnya, banyak pihak berharap layanan kereta cepat tidak berhenti di Bandung, melainkan terhubung hingga kawasan timur Pulau Jawa.

“Proyek ini besar dan memiliki dampak luas. Harapannya, selain tetap berjalan, ke depan bisa dikembangkan sampai Surabaya,” ujar AHY dalam diskusi di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

AHY menilai, pengembangan jaringan kereta cepat akan memberikan manfaat langsung bagi mobilitas masyarakat dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah. Infrastruktur transportasi, kata dia, berpotensi menjadi pengubah permainan dalam sistem konektivitas nasional, khususnya jalur darat berbasis rel.

Meski demikian, AHY menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Fokus utama saat ini adalah menyelesaikan persoalan keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang masih memerlukan penataan ulang pendanaan.

“Restrukturisasi keuangan masih terus dikawal. Kami bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Danantara untuk mencari skema terbaik. Proses ini membutuhkan waktu dan komunikasi intensif, termasuk dengan mitra dari Tiongkok,” jelasnya.

Pemerintah, lanjut AHY, tidak ingin pengembangan proyek baru justru mengulang persoalan lama. Setiap langkah lanjutan akan dihitung secara cermat agar proyek kereta cepat benar-benar memberi manfaat ekonomi tanpa menambah beban fiskal di masa depan.

Editor : Uways Alqadrie
#Kereta Cepat Bandung Surabaya #Kereta Cepat Whoosh #kereta cepat whoosh jakarta surabaya #Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) #kereta cepat whoosh merugi