Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Putra Muammar Kadhafi Seif al-Islam Tewas Dieksekusi Komando di Libya

Uways Alqadrie • Rabu, 4 Februari 2026 | 07:33 WIB

Seif al-Islam Kadhafi
Seif al-Islam Kadhafi
KALTIMPOST.ID, ZINTAN — Seif al-Islam Kadhafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Kadhafi, dilaporkan tewas dalam serangan bersenjata di kediamannya di Zintan, Libya barat, Selasa, 3 Februari 2026. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh pengacaranya di Prancis, Marcel Ceccaldi.

Ceccaldi mengatakan Seif al-Islam diserang oleh empat pria bersenjata yang masuk ke rumahnya pada siang hari waktu setempat. “Ia terbunuh sekitar pukul 14.00 di Zintan,” ujar Ceccaldi kepada kantor berita AFP.

Keterangan serupa disampaikan Abdullah Othman Abdurrahim, penasihat Seif al-Islam. Dalam wawancara dengan stasiun televisi lokal Al-Ahrar, Abdullah menyebut para penyerang lebih dulu melumpuhkan sistem pengawasan sebelum mengeksekusi target. Hingga kini, identitas dan motif pelaku belum diketahui.

Menurut Ceccaldi, ancaman terhadap keselamatan Seif al-Islam sebenarnya sudah terdeteksi beberapa hari sebelumnya. Seorang tokoh suku disebut sempat menawarkan pengamanan tambahan, namun tawaran tersebut ditolak.

Selama beberapa tahun terakhir, Seif al-Islam dikenal berpindah-pindah tempat untuk menghindari risiko keamanan.

Seif al-Islam, 53 tahun, sempat diproyeksikan sebagai penerus politik ayahnya sebelum jatuhnya rezim Kadhafi pada 2011. Ia kerap tampil sebagai figur reformis yang menjanjikan pembaruan politik. Namun, posisinya berubah drastis ketika ia secara terbuka mendukung upaya keras menumpas pemberontakan selama Arab Spring.

Pasca runtuhnya pemerintahan Muammar Kadhafi, Seif al-Islam menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Meski pengadilan di Tripoli sempat menjatuhkan vonis mati pada 2015, ia kemudian memperoleh amnesti.

Pada 2021, ia kembali mencuat dengan mencalonkan diri sebagai presiden Libya, meski pemilu tersebut tak pernah terlaksana.

Pengamat Libya menilai kematian Seif al-Islam berpotensi memengaruhi konstelasi politik negara itu, yang hingga kini masih terbelah antara pemerintahan di Tripoli dan kekuatan politik-militer di wilayah timur. Analis Emadeddin Badi menyebut peristiwa ini dapat mengubah persepsi publik terhadap warisan politik keluarga Kadhafi.

Sejumlah tokoh yang dekat dengan lingkaran lama Kadhafi menyampaikan duka dan mengecam pembunuhan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Libya terkait penyelidikan kasus ini.

Editor : Uways Alqadrie
#libya #Muammar Kadhafi #tripoli #perang timur tengah