Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Nelayan 63 Tahun Hilang di Sungai Sabut PPU, Tim Gabungan Temukan Barang Bukti Mencurigakan

Ari Arief • Rabu, 4 Februari 2026 | 20:04 WIB
HILANG:Tim SAR gabungan saat menyisir tempat hilangnya nelayan berusia 63 tahun di PPU. (BPBD PPU/KP)
HILANG:Tim SAR gabungan saat menyisir tempat hilangnya nelayan berusia 63 tahun di PPU. (BPBD PPU/KP)

KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Suasana tenang di sekitar Sungai Sabut Jetty BRM, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) mendadak berubah mencekam.

Seorang nelayan senior asal Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, PPU, Alben (63), dilaporkan hilang secara misterius saat melaut pada Selasa malam (03/02).

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus menyisir perairan untuk mencari keberadaan korban.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat Alben berangkat mencari ikan menggunakan perahunya pada Selasa sekitar pukul 22.00 Wita. Biasanya, pria berusia 63 tahun ini sudah kembali ke rumah pada pukul 02.00 atau 03.00 dini hari. Namun, hingga fajar menyingsing, Alben tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Pihak keluarga yang mulai khawatir segera melakukan pencarian mandiri. Harapan mereka pupus saat menemukan perahu milik Alben mengapung dalam keadaan kosong di sekitar lokasi tempatnya biasa mencari ikan.

Temuan Mencurigakan di Lapangan

Pusdalops BPBD PPU menerima laporan resmi pada Rabu pagi pukul 09.14 Wita dan segera mengerahkan tim menuju lokasi kejadian.
Dalam proses penyisiran sejauh dua mil dari titik awal hilangnya korban, tim gabungan menemukan dua benda yang memperkuat dugaan adanya insiden di lokasi tersebut: sebuah senter kepala milik korban dan temuan organ dalam yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan intensif oleh pihak terkait.

Operasi SAR Besar-besaran

Pencarian melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur, mulai dari BPBD PPU, Basarnas Balikpapan, personel DPKP (Pos Jenebora, Sotek, dan Sepaku), TNI-Polri, hingga bantuan 12 perahu nelayan dari warga dan pihak keluarga.

"Tim gabungan telah melakukan penyisiran maksimal sejak laporan diterima. Namun, karena kondisi cuaca dan pencahayaan, operasi kami hentikan sementara pada pukul 18.25 Wita sore tadi," kata Kelaka BPBD PPU, Muhammad Suka di Kuncoro, sekira pukul 20.52 Wita, Rabu (4/2).

Rencana Lanjutan

Operasi pencarian orang hilang ini rencananya akan dilanjutkan kembali pada Kamis pagi (05/02) mulai pukul 07.00 Wita dengan memperluas radius penyisiran. Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Bagi masyarakat yang memiliki informasi tambahan, dapat menghubungi layanan darurat Kabupaten PPU di nomor 112.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#penajam paser utara #Peristiwa #ppu #nelayan hilang