KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pemerintah Lebanon melayangkan protes keras terhadap Israel setelah terdeteksinya penyemprotan bahan kimia jenis glifosat di kawasan perbatasan kedua negara pada Rabu waktu setempat.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, dengan tegas menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kejahatan lingkungan yang serius.
Insiden ini memicu kekhawatiran besar terhadap kesehatan masyarakat dan ekosistem lokal. Berdasarkan investigasi lapangan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian serta Kementerian Lingkungan Hidup Lebanon, ditemukan fakta mengejutkan mengenai kadar zat kimia yang digunakan.
Hasil uji sampel menunjukkan kandungan glifosat mencapai 20 hingga 30 kali lipat di atas ambang batas normal wilayah tersebut. Pihak otoritas menyatakan kekhawatiran mendalam atas potensi rusaknya produktivitas pertanian dan menurunnya tingkat kesuburan tanah akibat zat beracun tersebut.
Baca Juga: Cuti Bersama ASN 2026 Resmi Ditetapkan, Ada 8 Hari Libur, Maret Paling Banyak!
"Penyemprotan ini adalah pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Lebanon serta ancaman langsung bagi lingkungan dan kesehatan warga kami," tegas Presiden Joseph Aoun dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip dari laporan AFP, Kamis (5/2/2026).
Meski militer Israel (IDF) memilih untuk tidak memberikan tanggapan resmi, misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengonfirmasi adanya aktivitas militer tersebut. Namun, terdapat ketidaksesuaian informasi terkait jenis zat yang digunakan.
Sebelum operasi dimulai, pihak Israel mengklaim kepada UNIFIL bahwa mereka hanya akan menyemprotkan zat kimia yang tidak beracun. Namun, bukti lapangan berkata sebaliknya. Akibat operasi ini, UNIFIL terpaksa membatalkan lebih dari sepuluh agenda pengamanan karena personel diinstruksikan untuk mencari perlindungan dari paparan kimia.
Baca Juga: JPPI Kecam Pengalihan Dana Pendidikan, Perut Kenyang Tak Ada Artinya Jika Anak Tak Bisa Sekolah
UNIFIL menyatakan protes keras dan melabeli tindakan IDF sebagai langkah yang "tidak dapat diterima," mengingat ini bukan kali pertama militer Israel menjatuhkan zat kimia misterius ke wilayah Lebanon.
Langkah Diplomasi ke PBB
Menanggapi agresi lingkungan ini, Lebanon tidak tinggal diam. Kementerian Luar Negeri Lebanon berencana membawa kasus ini ke jalur internasional.
Rencana tindak lanjut Lebanon melaporkan pelanggaran ini secara resmi ke Dewan Keamanan PBB. Mendesak sanksi internasional atau teguran keras atas penggunaan herbisida berbahaya di wilayah berdaulat. Meminta pertanggungjawaban atas kerusakan lingkungan dan gangguan terhadap misi penjaga perdamaian.(*)
Editor : Hernawati