Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ramadhan 1447 H Mulai 18 atau 19 Februari 2026? Ini Penjelasan Lengkap BRIN dan BMKG

Uways Alqadrie • Kamis, 5 Februari 2026 | 10:03 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memperkirakan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Prediksi ini membuka peluang terjadinya perbedaan awal puasa di Indonesia, karena sebagian organisasi Islam menetapkan tanggal yang berbeda.

Thomas menjelaskan, perbedaan tersebut bersumber dari perbedaan kriteria penentuan hilal.

Pemerintah Indonesia bersama sejumlah negara Asia Tenggara menggunakan kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Menurut perhitungan astronomi, pada saat Matahari terbenam 17 Februari 2026, posisi hilal di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi ambang batas tersebut. “Secara astronomis, hilal memang sudah terbentuk, tetapi belum mencapai kriteria MABIMS,” kata Thomas dalam penjelasannya melalui kanal YouTube pribadinya.

Karena itu, berdasarkan kriteria yang dipakai pemerintah, awal Ramadhan diperkirakan baru dimulai pada 19 Februari 2026.

Namun, Thomas menyebut sejumlah organisasi Islam menggunakan kriteria Turki, yang menetapkan batas lebih tinggi, yakni ketinggian hilal 5 derajat dan elongasi 8 derajat.

Dengan kriteria tersebut, hilal pada 17 Februari 2026 sudah memenuhi syarat di wilayah Amerika dan Alaska. Konsekuensinya, awal Ramadhan dapat ditetapkan lebih awal, yakni 18 Februari 2026. “Di sinilah potensi perbedaan awal Ramadhan muncul,” ujar Thomas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut memaparkan data astronomi terkait posisi hilal. BMKG mencatat, saat Matahari terbenam pada 17 Februari 2026, ketinggian hilal di Indonesia masih berada di bawah ufuk, berkisar antara minus 2,41 derajat hingga minus 0,93 derajat.

Sementara itu, pada 18 Februari 2026, posisi hilal sudah jauh lebih tinggi, dengan ketinggian antara 7,62 derajat hingga 10,03 derajat, serta elongasi di atas 10 derajat. Kondisi ini dinilai telah memenuhi kriteria MABIMS.

Kementerian Agama tetap akan memastikan awal Ramadhan melalui sidang isbat, yang digelar setelah pengamatan hilal di berbagai titik di Indonesia. Keputusan resmi pemerintah akan diumumkan setelah sidang tersebut.

Editor : Uways Alqadrie
#nahdlatul ulama #kementerian agama #muhammadiyah 1 ramadhan #sidang isbat #bmkg #BMKG 2025 #1 Ramadan 1447 H #Peneliti BRIN #1 Ramadan 1447 H jatuh pada