KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kondisi Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) kembali jadi perbincangan publik. Kali ini, sorotan mengarah pada minimnya penerangan jalan umum (PJU) di atas jembatan, setelah sebuah truk logistik menabrak portal jembatan yang terpasang sementara pada Kamis (29/1/2026) malam.
Insiden tersebut langsung memicu reaksi warganet. Di media sosial, keluhan demi keluhan bermunculan. Banyak warga menilai pencahayaan di Jembatan Mahulu sangat minim, bahkan nyaris gelap gulita saat malam hari. Kondisi itu diduga kuat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan terjadi.
Pemprov Kaltim melalui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Yusliando menjelaskan, lampu penerangan di Jembatan Mahulu merupakan bagian dari utilitas jembatan yang pemasangannya menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Baca Juga: Rencana Ribuan PJU di Kaltim Terbentur Masalah Anggaran, Begini Penjelasan Komisi III DPRD
Meski begitu, Dishub Kaltim memastikan tidak tinggal diam. Evaluasi terhadap kondisi penerangan akan segera dilakukan agar fungsi lampu yang ada bisa lebih optimal. “Kami akan evaluasi terlebih dahulu lampu penerangan yang ada saat ini agar dapat optimal,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Tak hanya soal penerangan, pembenahan Jembatan Mahulu ke depan juga direncanakan lebih menyeluruh. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran menyebut, pemerintah saat ini tengah menyiapkan rencana penambahan fasilitas pengawasan visual di area jembatan.
“Ke depan memang nanti mau kita anggarkan termasuk nanti CCTV di bawah, di kolong, maupun di pender,” kata Muhran, Kamis (5/2/2026).
Menurut Muhran, pemasangan kamera pengawas menjadi kebutuhan penting. Pasalnya, Jembatan Mahulu merupakan salah satu jalur vital logistik keluar masuk Kota Samarinda. Selain lalu lintas kendaraan darat, jembatan ini juga rawan insiden dari aktivitas pelayaran di bawahnya.
Catatan DPUPR-Pera Kaltim, lanjut dia, menunjukkan pilar Jembatan Mahulu sudah tiga kali ditabrak kapal tongkang yang melintas. Keberadaan CCTV diharapkan bisa memberikan rekaman visual yang lengkap dan valid jika kejadian serupa kembali terulang.
“Kalau ada kejadian, kita punya bukti yang jelas,” ujarnya. Soal waktu pelaksanaan, Muhran mengakui anggaran murni tahun ini telah disahkan sehingga belum ada perhitungan rinci terkait kebutuhan biaya pemasangan CCTV dan perbaikan fasilitas lainnya.
Namun, peluang realisasi masih terbuka melalui anggaran perubahan. “Anggaran murni sudah jalan, tapi nanti akan kita upayakan lewat anggaran perubahan. Mudah-mudahan bisa segera kita pasang,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki