Peristiwa mengejutkan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kejadian, korban diketahui sedang berada di koridor lantai dua lingkungan sekolah bersama sejumlah rekannya. Tanpa diduga, terdengar suara letusan yang sempat dikira bunyi biasa, sebelum korban merasakan nyeri hebat dan mendapati darah mengalir dari pahanya.
Kapolsek Lumajang Kota Iptu Edy Kuswanto menjelaskan, korban awalnya tidak menyadari telah terkena tembakan. Namun beberapa saat kemudian, rasa sakit tak tertahankan membuatnya tersungkur dan memicu kepanikan di lingkungan sekolah.
“Korban mendengar suara seperti letusan, lalu merasakan sakit di paha kiri. Saat diperiksa, terlihat luka dan mengeluarkan darah,” jelas Edy.
Pihak sekolah bersama petugas segera mengevakuasi korban ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan awal, tim dokter menemukan proyektil peluru masih bersarang di paha kiri korban.
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut korban kini masih dirawat secara intensif dan direncanakan akan menjalani tindakan operasi untuk mengangkat proyektil.
“Korban mengalami luka tembak dan saat ini dalam perawatan. Proyektil masih berada di dalam tubuh dan akan dilakukan operasi sesuai rekomendasi medis,” ujarnya.
Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal peluru nyasar tersebut. Polisi menelusuri kemungkinan sumber tembakan serta jenis senjata yang digunakan dalam insiden yang terjadi di lingkungan sekolah itu.
“Penyelidikan terus berjalan untuk mengetahui dari mana peluru berasal dan bagaimana bisa mengenai korban,” tegas Suprapto.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait keamanan lingkungan sekolah, dan menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Editor : Uways Alqadrie