Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Piala Dunia 2026

Komisi IV DPRD Kaltim Pantau Operasional Gedung Pandurata RSUD AWS Samarinda, Soroti Alkes Rp200 Miliar

Bayu Rolles • Senin, 9 Februari 2026 | 19:42 WIB

Komisi IV DPRD Kaltim meninjau kondisi dan kesiapan RSUD AWS menjalankan operasional di gedung Pandurata, Senin (9/2/2026). (Bayu/KP)
Komisi IV DPRD Kaltim meninjau kondisi dan kesiapan RSUD AWS menjalankan operasional di gedung Pandurata, Senin (9/2/2026). (Bayu/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Komisi V DPRD Kaltim meninjau kondisi Gedung Pandurata RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) yang tengah masuk masa pemeliharaan, Senin Pagi, 9 Februari 2026.

Kunjungan para legislator itu bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional AWS menjadi simpul layanan kesehatan rujukan di Kaltim dengan keberadaan fasilitas baru itu.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, menjelaskan peninjauan itu dipusatkan pada kesiapan operasional hingga kelengkapan peralatan medis jelang rencana operasional pada Juni–Juli mendatang. “Kami ingin melihat sejauh mana kesiapannya,” ujarnya usai peninjauan.

Baca Juga: Megawati Terima Doktor Honoris Causa ke-11 di Riyadh, Pengakuan Dunia untuk Peran Perempuan

Gedung Pandurata diharapkan bisa mengurai keterbatasan ruang rawat inap sekaligus persoalan lama di bangunan lama rumah sakit yang kerap terdampak banjir. Apalagi bangunan enam lantai tersebut dirancang mampu menampung hingga 540 tempat tidur pasien.

Di balik harapan itu, sejumlah kritik sempat mengemuka, mulai dari akses masuk gedung, ukuran pintu dan ruang rawat inap, hingga aspek konstruksi proyek yang dibangun melalui skema kontrak tahun jamak sejak 2023 dengan nilai sekitar Rp380 miliar. 

Namun, Baba menegaskan hal-hal tersebut bukan fokus peninjauan Komisi IV. Catatan teknis itu, kata dia, akan disampaikan kepada Komisi III yang membidangi urusan infrastruktur. “Fokus kami pada operasional dan pelayanan kesehatan yang akan berjalan,” tegasnya.

Baca Juga: Botol Parfum Viral, Video Diduga Winda Can di Kamar Mandi Picu Kehebohan Media Sosial

Untuk mendukung layanan, pemerintah daerah berencana melelang pengadaan alat kesehatan dan sarana penunjang tahun ini dengan harga sekitar Rp150 miliar. Meski begitu, Baba mengakui angka tersebut kemungkinan belum mencukupi. Estimasi kebutuhan peralatan medis, menurutnya, bisa menembus lebih dari Rp200 miliar.

Untuk menyediakan anggaran itu, Politikus PDI Perjuangan itu menyebut, DPRD tetap akan menyesuaikannya dengan kemampuan fiskal daerah. “Kita lihat dulu. Yang pasti akan kami kawal,” singkatnya.

Editor : Uways Alqadrie
#pemprov kaltim #komisi IV DPRD Kaltim #RSUD AW Syahranie #dprd kaltim