Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyebut, salah satu dampak paling parah adalah hanyutnya jembatan darurat yang menjadi akses menuju Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun. Putusnya jembatan itu membuat mobilitas warga terganggu.
Selain Sibabangun, banjir juga merendam Kecamatan Tukka, Sarudik, Pandan, Barus, dan Sitahuis. Di beberapa titik, air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, bahkan dilaporkan mencapai sekitar satu meter.
Material kayu yang terbawa arus turut memperparah kondisi. Di kawasan jembatan Jalan ST Z Tampubolon, tepatnya di antara Kelurahan Aek Tolang Induk dan Aek Tolang, tumpukan kayu tersangkut sehingga menghambat aliran sungai.
Pemerintah daerah bersama tim terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.
Warga diimbau tetap waspada mengingat intensitas hujan masih berpotensi tinggi dan debit air sungai bisa kembali meningkat sewaktu-waktu.
Editor : Uways Alqadrie